BeritaHeadlineNasionalPolitik

Komisi VII DPR Segera Gelar Raker dengan Kemenperin Bahas Impor Kereta Bekas Jepang

BIMATA.ID, Jakarta – Polemik rencana Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang ingin mengimpor gerbong kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang hingga saat ini masih belum juga terselesaikan.

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) segera menggelar rapat kerja (Raker) dengan Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita buntut dari polemik tersebut.

“Ya, kami akan segera agendakan rapat kerja dengan Menperin untuk mendapat penjelasan secara utuh terkait rencana impor kereta bekas yang sudah berusia 28 tahun. Apakah pantas alat transportasi umum tersebut dipergunakan untuk masyarakat,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi, Jumat (03/03/2023).

Baca juga: Prabowo Subianto Hadiahi Najwa Shihab Buku ‘Kepemimpinan Militer’

Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Timur (Jatim) IV ini menyampaikan, Komisi VII DPR RI bakal mempertanyakan secara teknis kepada Agus Gumiwang soal kelayakan kereta bekas berusia 28 tahun tersebut.

Pun, Bambang mewanti-wanti jangan sampai rencana importasi kereta bekas itu bakal menimbulkan masalah nantinya.

“Dari aspek teknis kita akan pertanyakan, apakah kereta pembuatan tahun 1994 itu masih ada ketersediaan suku cadangnya ke depan. Jangan sampai ingin menyelesaikan masalah malah tambah masalah,” tukasnya.

“Dan sisa berapa tahun lagi kelayakan keamanan kereta tersebut. Mengingat, usianya hampir tiga dasawarsa,” sambung pejuang politik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Lihat juga: Najwa Shihab Bertemu Prabowo, Netizen Komen Positif

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) ini, juga akan mempertanyakan aspek kelayakan bagi masyarakat untuk menggunakan kereta bekas tersebut.

“Kami juga mempertanyakan dari aspek sosial. Apakah layak rakyat Indonesia mendapatkan alat transportasi semacam itu, sudah bekas, tua dan dipertanyakan jaminan keamanannya. Masih lekat dalam ingatan kita tragedi Bintaro yang banyak memakan korban,” imbuh Bambang.

Bambang mengaku heran terhadap niat PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang ingin mengimpor kereta bekas lantaran dinilai tidak sejalan dengan keberpihakan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Dan kami heran dengan niatan impor PT KCI. Karena ini tidak sama dengan semangat dan keberpihakan Presiden Jokowi, yang selalu berdiri terdepan untuk kepentingan rakyat, dan beliau selalu berusaha memberikan yang terbaik, ternyaman, dan teraman bagi rakyatnya,” katanya.

Simak juga: Prabowo Subianto Unggul di Musra Relawan Jokowi Kaltara

[MBN]

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close