BeritaPendidikanRegional

Cegah Bullying, Walikota Semarang: Perbanyak Kegiatan Positif

BIMATA.ID, Semarang – Maraknya kasus perundungan dan kekerasan pelajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah belakangan ini di berbagai daerah.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, bahwa memperbanyak kegiatan positif terhadap siswa di sekolah bisa mencegah terjadinya perundungan atau “bullying”.

“Banyak diberikan kegiatan positif, misalnya ‘urban farming‘. Jadi, anak-anak datang (ke sekolah) sudah sibuk menanam, menyirami tanaman, dan sebagainya,” kata Hevearita, di Semarang, Kamis (05/10/2023).

Baca juga: Menhan Prabowo Hadiri Perayaan Hari Nasional Jerman

Menurutnya, dengan membatik dan berbagai kegiatan positif lainnya di luar pembelajaran, dapat menjadi upaya untuk menyibukkan anak-anak sehingga mencegah “bullying” maupun tindak kekerasan lainnya.

“Alhamdulillah (di Semarang) moga-moga nggak ada kasus-kasus seperti di daerah lain. Karena saya baca (berita) miris ya, ada anak ditegur gurunya malah dibacok, yang terakhir anak-anak menggores tangannya karena lihat di TikTok, dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, sambungnya, di dalam pembelajaran, juga bisa dikembangkan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagaimana diamanatkan dalam Kurikulum Merdeka Belajar.

Lihat juga: Survei LSI: Head to Head, Prabowo Menang Telak Capai 50,2% versus Anies 26%

“Apalagi, sekarang sudah ada P5 ya, 20 persen dalam Kurikulum Merdeka. P5 itu tidak hanya secara fisik, tetapi bisa juga diisi keimanan, keterampilan, dan sebagainya yang diperlukan,” katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menyiapkan program Gerakan Bersama Sekolah Semarang Peduli dan Tanggap Bullying (Geber Septi), dan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) guna memfasilitasi korban kekerasan perempuan dan anak.

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close