Ibu & Ayah

Peran Orang Tua Dalam Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disatu tempat dan dibawah satu atap yang saling ketergantungan. Keluarga terdiri atas seorang ayah, ibu dan anak.

Ayah sebagai kepala keluarga yaitu sebagai pencari nafkah, pelindung dan pemberi rasa nyaman terhadap keluarganya.

Sedangkan seorang Ibu sebagai orang yang mengurusi rumah tangga, sebagai pendidik bagi anak-anaknya, karena telah disebutkan bahwa “Ibu adalah Madrasah pertama bagi anaknya” namun walaupun demikian, tugas mendidik anak ini bukan hanya tanggung jawab seorang ibu saja karena seorang ayah juga dituntut berperan aktif sebagai pendidik bagi anaknya dan sekaligus sebagai kepala keluarga.

Sedangkan tugas anak adalah menghormati dan senantiasa menyayangi orangtuanya dan senantiasa meringankan dan membantu tugas orangtua.

Anak adalah titipan dan anugerah dari Allah, sebagai buah hati dalam keluarga. Anak adalah amanah Allah kepada orangtua, untuk itu seorang ayah dan ibu harus mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang di ridhoi oleh Allah SWT.

Sejak lahir pendidikan harus sudah ditanamkan ke dalam jiwa seorang anak agar di masa remaja dan dewasanya anak sudah terbiasa karena kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil akan sulit dirubah di masa tuanya. Oleh karena itu, seorang ayah dan ibu diwajibkan mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam dan sudah menanamkan nilai-nilai kebaikan dan ibadah sejak dini.

Mendidik anak memang bukan tugas yang mudah dilaksanakan, Akan tetapi mendidik anak adalah tugas yang mulai dan ganjarannya adalah pahala bagi orangtua tatkala mendidik anaknya. Mendidik anak bias  menjadi ladang pahala bagi orangtua apalagi dibarengi rasa ikhlas dan dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

Pendekatan yang berbeda dari kedua orangtua ke anak tampaknya membawa dampak yang menguntungkan pada anak. Orangtua memiliki cara unik dan berbeda dalam berinteraksi dengan anaknya. Hal ini memberikan variasi dalam pengalaman interaksi orang tua dengan anak dan juga menumbuhkan pemahaman bahwa setiap orangtua merupakan individu yang terpisah dan berbeda.

Peran ayah bagi anak

Walaupun mungkin waktu yang dihabiskan ayah dengan anak lebih sedikit dibandingkan dengan waktu antara anak dan ibu, akan tetapi peran ayah sangat penting bagi anak. Berikut ini beberapa peran ayah dalam pengasuhan anak:

Mengajarkan anak mengambil risiko

Ayah cenderung mendorong anaknya untuk mengambil risiko. Hal ini biasanya dilakukan pada anak yang lebih tua saat anak perlu belajar untuk mandiri. Ayah akan memuji anak saat ayah percaya anak sukses melakukan sesuatu. Sedangkan ibu akan sering memuji anak dengan tujuan untuk menghibur atau membantu anak agar lebih bersemangat mengerjakan sesuatu. Hasilnya anak akan lebih bekerja keras untuk mendapat pujian dari ayah mereka. Seorang ayah ingin melihat anaknya sukses, bahkan lebih sukses darinya, sehingga mendorong anak untuk bekerja lebih keras dan berani mengambil risiko.

Merangsang aktivitas fisik

Berbeda dengan interaksi antara ibu dan anak, interaksi ayah dan anak lebih sering dilakukan dengan bercanda dan bermain fisik. Secara keseluruhan, interaksi antara anak dan ayah kurang terkoordinasi. Interaksi fisik antara anak dan ayah dapat menunjukkan kepada anak bagaimana cara menangani emosi, seperti kejutan, rasa takut, dan kegembiraan.

Panutan kesuksesan/prestasi

Penelitian menunjukkan jika ayah menunjukkan kasih sayang, mendukung, dan terlibat dalam kegiatan anaknya, ayah dapat berkontribusi besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak, serta berkontribusi pada prestasi akademik, kepercayaan diri, dan jati diri anaknya. Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung memiliki prestasi baik di sekolahnya dan memiliki lebih sedikit masalah dalam perilaku.

Terutama untuk anak laki-laki, mereka akan menjadikan ayah sebagai panutan untuk dirinya. Mereka akan meminta persetujuan ayah atas segala sesuatu yang mereka lakukan dan sebisa mungkin melakukan kesuksesan yang sama seperti ayah mereka, bahkan jika bisa lebih dari ayahnya.

Peran ibu bagi anak

Ibu merupakan guru pertama bagi anak-anaknya. Ibu mengajarkan pelajaran-pelajaran berharga untuk anaknya mulai dari anak lahir, sampai anak tumbuh dewasa. Berikut ini beberapa peran ibu dalam pengasuhan anak:

Sebagai pelindung

Ibu adalah pelindung bagi anak-anaknya. Sejak lahir, anak sudah merasakan kehadiran ibu, sentuhan ibu, dan suara ibu yang semuanya membuat anak merasa aman. Saat anak menangis biasanya yang dicari anak adalah ibunya, ini merupakan reaksi pertama dari segala sesuatu yang mengganggunya karena ibu merupakan tempat anak untuk merasa aman dan nyaman. Anak merasa terlindungi bila di dekat ibunya. Ibu melindungi anak dari bahaya lingkungan, dari orang asing, dan dari diri mereka sendiri.

Saat anak mulai tumbuh dewasa, ibu tetap menjadi pelindungnya, lebih dari pelindung dalam segi emosional. Ibu selalu mendengarkan keluhan anaknya dan selalu ada untuk memberikan kenyamanan saat anak membutuhkannya. Ibu selalu ingin anaknya merasa aman. Jika anak dapat mempercayai ibu, anak akan percaya diri dan memiliki keamanan emosional. Jika anak tidak dapat menemukan keamanan, biasanya dapat menyebabkan anak mempunyai banyak masalah emosional dan psikologis.

Merangsang mental dan emosional

Ibu selalu berinteraksi dengan anaknya, melalui permainan atau percakapan, yang merangsang kemampuan kognitif anak. Bahkan permainan bentuk fisik dengan ibu tetap mengikuti aturan yang dibutuhkan anak untuk mengkoordinasikan mental tindakan mereka. Ibu yang membuat  mental anak kuat untuk menghadapi dunia luar ketika ia pertama kali meninggalkan rumah untuk sekolah.

Sebagai seorang ibu dan pengasuh utama di awal-awal kehidupan anak, ibu menjadi orang pertama yang membuat ikatan emosional dan keterikatan dengan anak. Anak akan belajar emosi pertamanya kepada ibu. Hubungan ibu dan anak yang terbentuk selama tahun-tahun awal akan sangat mempengaruhi cara anak berperilaku dalam pengaturan sosial dan emosional di tahun-tahun berikutnya. Seorang ibu dapat dengan mudah memeluk anak dan berbicara tentang perasaan dengan anaknya sehingga ibu lebih bisa untuk mengajarkan anak bagaimana menangani emosi yang lebih baik.

Seorang ibu adalah orang yang mengerti kebutuhan dan suasana hati anaknya. Ibu tahu apa keinginan anaknya bahkan ketika anak belum berbicara kepadanya. Sebagai seorang ibu, segera dengan cepat ibu bereaksi terhadap kebutuhan anak dan bagaimana ibu mencoba untuk mengurus kebutuhan anak akan banyak mengajarkan anak tentang memahami orang lain dan kebutuhan emosional.

Mengajarkan disiplin

Seorang ibu harus menjaga keseimbangan antara memberi aturan ketat dan memanjakan anak. Ibu harus menanamkan rasa tanggung jawab pada anak. Ibu adalah orang yang membuat anak mempelajari pelajaran pertama hidupnya. Ibu adalah orang yang membuat anaknya memahami apa yang dikatakannya, kemudian anak belajar mengikuti perintah ibu dengan perlahan. Ibu mengajarkan anak makan, mandi, dan mengajarkan kepadanya bagaimana mengekspresikan kebutuhannya. Ibu juga yang mengajarkan bagaimana mengelola dan berkomitmen dengan waktu, dengan cara mengajarkan anak melakukan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : hallosehat.com
Editor: DN

Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close