BeritaHukumNasionalPolitikRegional

Didik Mukrianto : Patroli Rutin Polisi Harus Ditingkatkan untuk Cegah Persekusi Geng Motor

BIMATA.ID, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto, menekankan perlunya tindakan preventif yang lebih intensif dari pihak kepolisian untuk mengatasi aktivitas geng remaja, termasuk geng motor, yang seringkali terlibat dalam tindakan persekusi. Didik menganggap bahwa patroli rutin polisi harus ditingkatkan untuk menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan tindak kejahatan.

“Persekusi yang terjadi di kalangan remaja saat ini memang sangat mengkhawatirkan. Ini harus menjadi perhatian bersama kita, terutama bagi aparat penegak hukum,” ujar Didik kepada media melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (5/10/2023).

Didik juga mengkritisi berbagai insiden persekusi yang melibatkan geng remaja dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu contoh yang disebutkan adalah tindakan pengeroyokan oleh komplotan gangster terhadap seorang pasangan suami istri di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Geng motor yang dikenal sebagai North Side Warrior tidak hanya melakukan penganiayaan, tetapi juga melakukan penikaman terhadap korban tersebut.

Pasutri itu menjadi korban secara tidak sengaja ketika gangster tersebut mencoba untuk membalas dendam terhadap kelompok lain. Barang-barang milik korban juga dirampas meskipun pelaku sebenarnya keliru mengenali target.

Baca Juga : Ketua Relawan YIM Sebut Prabowo Butuh Sosok Yusril Untuk Dampingi di Pilpres 2024

Selain itu, Didik juga mencatat insiden lain yang terjadi ketika sekelompok geng motor menyerang seorang warga yang sedang melakukan ronda malam di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara pada beberapa waktu lalu.

Aksi penyerangan tersebut terekam dalam rekaman CCTV dan menunjukkan anggota geng motor membawa senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka di tangan dan leher dan harus menjalani beberapa jahitan di Rumah Sakit Umum Pademangan.

Insiden ini juga membuat warga setempat merasa takut dan cemas, terutama karena tindakan persekusi oleh geng motor sudah terjadi beberapa kali dalam satu bulan terakhir.

Simak Juga : Survei LSI: Head to Head, Prabowo Menang Telak Capai 50,2% versus Anies 26%

Didik menyadari bahwa tindakan yang meresahkan oleh geng motor terjadi di berbagai daerah. Di Tangerang, misalnya, warga merasa takut untuk melintas di Desa Sukaharja karena sering terjadi balap liar yang mengganggu. Oleh karena itu, Didik mendesak agar pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas persekusi yang dilakukan oleh geng remaja.

“Selain tindakan tegas, kepolisian juga harus meningkatkan upaya pencegahan dengan melakukan patroli rutin yang lebih sering, baik dari tingkat Polda, Polres, maupun Polsek. Karena aktivitas geng motor semakin menjadi ancaman, kita tidak boleh memberikan mereka ruang untuk berkembang,” tegas Didik.

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close