BeritaHukumNasionalUmum

BNPT Gandeng Generasi Muda Cegah Radikalisme di Media Sosial

BIMATA.ID, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) menggelar forum interaktif Joint Synergy to Eradicate Terrorism Narasi Genz ‘Saring Sebelum Sharing’ di Jakarta, Selasa (23/05/2023).

BNPT RI mengadakan forum tersebut bertujuan untuk menggandeng generasi muda (Generasi Z) mencegah radikalisme di media sosial beberapa waktu lalu. Salah satunya seperti mengajak generasi muda berhati-hati dalam menyerap informasi di media sosial.

Deputi Kerjasama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto menyampaikan, bahwa Generasi milenial merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan terpapar paham radikal terorisme. Sebab mereka merupakan kelompok yang paling sering bersentuhan dengan platform media sosial.

Baca Juga : Elektabilitas Prabowo dan Gerindra Naik Tajam Dinilai Hasil dari Kerja Politik yang Selaras 

“Berdasarkan survei, kalangan perempuan, kelompok urban, generasi muda atau Generasi Z ini menjadi kelompok yang paling rentan terpapar radikalisme,” kata Andhika melalui keterangan kepada awak media, Rabu (24/5/2023).

Andhika mengatakan, bahwa radikalisme merupakan potensi masalah serius yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Karena radikalisme mengancam dan dapat menyebabkan gangguan ekonomi, sosial, dan stabilitas nasional di berbagai lapisan sosial masyarakat. Tidak terkecuali Gen Z yang merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan.

Dirinya menilai, tren radikalisme di generasi muda sejalan dengan berkembangnya ancaman dan narasi ekstremisme berbasis kekerasan yang disebarkan kelompok teror. Apalagi kelompok teror kerap menggunakan berbagai platform media untuk meraup simpati publik.

Simak Juga : Publik Anggap Prabowo Figur Ideal Penerus Jokowi

Selain itu, ia menuturkan, walaupun berpotensi menjadi sasaran empuk, namun di sisi lain generasi muda Indonesia memiliki sikap toleran yang lebih tinggi. Hal ini bisa dilihat dari hasil survei Litbang Kompas pada akhir 2020 lalu yang menunjukkan 78% warga berusia 24 tahun kebawah memiliki tingkat toleransi paling tinggi, jika dibandingkan dengan level usia lainnya.

“Berbeda dengan orang di atas 30 tahun yang sudah terstruktur dan sulit diubah pemikirannya. Karena itu, pemilu yang akan datang saya tidak takut polarisasi karena kecenderungannya anak muda sekarang lebih moderat,” pungkasnya.

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close