BeritaNasionalPolitik

PKB Tetap Perjuangkan Cak Imin Jadi Capres atau Cawapres, Tapi

BIMATA.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mengatakan, partainya siap berkoalisi dengan partai politik (Parpol) manapun.

Termasuk, harus melepas kesempatan Ketua Umum DPP PKB, A Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk menjadi calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) apabila harus diambil sebagai bentuk kompromi dalam berkoalisi dengan Parpol lain.

Namun pria yang akrab disapa Gus Jazil ini mengingatkan, pihaknya akan terus memperjuangkan Cak Imin agar menjadi Capres atau Cawapres hingga masa proses pendaftaran.

Baca juga: Ini Pesan Prabowo di HUT Ke-71 Kopassus

“Bagi PKB hanya satu perjuangan, yaitu menjadikan Gus Muhaimin sebagai presiden. Hanya itu saja yang menjadi fokus perjuangan PKB saat ini. Karena, ini perintah muktamar. Sedangkan untuk menjalankan koalisi, itu merupakan perintah konstitusi,” katanya di Gedung TVRI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/04/2023).

“Karena untuk mencalonkan presiden harus berkoalisi, dan perlu diingat kalau mencalonkan presiden harus berkompromi. Itulah yang dikenal dengan politik,” sambung Gus Jazil.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) ini mengaku, PKB sebagai Parpol tetap mencari jalan tengah yang saling menguntungkan. Oleh karenanya, Gus Jazil membantah partainya keras kepala dan tidak mau berkompromi dengan berbagai pihak.

Lihat juga: Jokowi-Prabowo Makin Kompak di Nikahan Putri HT, Begini Pandangan Pengamat

“Prinsipnya, PKB itu siap dan bersiap saja berkoalisi dengan siapa pun. Asal, memberikan keuntungan yang sama, keuntungan yang sejajar dengan yang lain,” tandas legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Timur (Jatim) X ini.

Hingga saat ini, PKB masih tergabung dalam Koalisi kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Gus Jazil menegaskan, bersama Parpol besutan Prabowo Subianto tersebut kedua partai sudah saling mengikat satu sama lain dalam kesepakatan yang tertuang dalam Piagam Koalisi.

“Kami dengan Gerindra memiliki gentlemen agreement yang sudah diikat sejak 17 Agustus 2022. Kita sudah teken dengan Gerindra. Karena kami paham bahwa Gerindra atau PKB belum memiliki sejarah berkoalisi, maka sudah sepantasnya kita saling memahami,” ujarnya.

Simak juga: Silaturahmi Ramadan ke Prabowo, Habib Jindan Ungkapkan Kekaguman

[MBN]

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close