BeritaNasionalPolitikUmum

Jelang Momen Mudik Lebaran, DPR Minta BUMN Pastikan Keamanan Transportasi Publik

BIMATA.ID, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus mengingatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Transportasi untuk memastikan berbagai macam aspek dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.

Hal ini disampaikan Deddy, saat dirinya berada di dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama BUMN Transportasi yakni PT Garuda Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Citilink Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry dan Perum Damri, di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Jakarta. Dilansir melalui website resmi media parlemen, Selasa (04/04/2023).

Deddy menerangkan, dari berbagai macam aspek tersebut seperti keamanan dan standar kendaraan transportasi itu sendiri. Sebab ia menilai, bahwa aspek keamanan merupakan salah satu hal vital yang harus dipastikan masing-masing moda transportasi.

Baca Juga : Iwan Bule Nyatakan Dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024

“Dari alat angkut kita, sumber daya manusia, fasilitas pendukung dan segala macam, tentu ada check point-nya, semuanya harus ada seharusnya sudah standar,” kata Deddy Yevri Hanteru.

Kemudian, yang kedua yaitu aspek kenyamanan. karena aspek ini tidak dapat dipisahkan dari pelayanan yang diberikan. Karena menurutnya, fasilitas yang baik sebenarnya harus sudah terkandung dalam pelayanan yang diberikan.

Cek Juga : Diendorse Jokowi Ke Sana Ke Mari, Pengamat: Presiden 2024 Jatah Prabowo

“Lalu yang ketiga tentu kemudahan, tadi ticketing, termasuk juga orang kalau masuk ke area katakanlah pelabuhan, kemudahan untuk masuk kedalam kapal, ke kereta dan sebagainya, aspek kemudahan ini harus juga bagian dari servis kita,” ujarnya.

Simak Juga : Prabowo Subianto Berpeluang Diusung Koalisi Pemerintah

Dia mengatakan, aspek yang terakhir adalah keterjangkauan utamanya seperti harga tiket dan memberikan akses kemudahan mendapatkannya. Sebab hal ini juga dinilai penting guna memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengakses untuk mendapatkannya.

“Yang terakhir, skenario krisis. Kita semua harus bersiap untuk mengantisipasi krisis, apakah yang bersifat force majeur atau malfunction, atau kelalaian, semua harus siap, baik protokolnya, SOP-nya, skenario-skenario nya harus dibuat, harus ada game theory-nya,” pungkasnya.

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close