BeritaRegional

Disnakkeswan Perketat Pengawasan Ternak dari Luar Daerah untuk Antisipasi Flu Babi

BIMATA.ID, Nagekeo – Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Klementina Dawo mengintensifkan pengawasan ternak babi dari luar wilayahnya. Hal ini untuk menyikapi adanya empat ekor babi yang diduga terkena African Swine Fever (ASF).

“Kami dapat info ada ternak babi yang dibawa dari Ende, tapi itu terjadi saat kita belum keluarkan edaran pelarangan ternak. Empat ekor mati di Kelurahan Mauponggo,” katanya, Kamis (02/01/2023).

Baca Juga : Gerindra Ingin Prabowo Presiden, Muzani: Kami Ingin Kekayaan Indonesia Digunakan untuk Kemakmuran Rakyat

Pihaknya menjelaskan empat ekor babi itu sebelumnya dititipkan oleh pemilik yang berasal dari Kabupaten Ende. Dari informasi yang diperoleh tim di lapangan, babi tersebut bantuan dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar.

“Mereka yang pengadaan. Adiknya pengadaan babi dari Kupang, lalu lihat babi lemas, dibawa-lah ke Mauponggo, dititip, diistirahatkan di kakaknya di sana. Lalu, babi-nya mati,” jelasnya.

Cek Juga : Prabowo Subianto Sebut NU Salah Satu Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Menyikapi kasus itu, tim lapangan dinas setempat sudah turun ke lokasi sejak Sabtu untuk melakukan pembersihan kandang, disinfeksi, dan edukasi kepada peternak di sekitar lokasi.

“Upaya pengawasan terhadap lalu lintas ternak lebih diperketat karena sudah ada kasus kematian babi yang diduga ASF. Para petugas disiagakan pada daerah-daerah perbatasan untuk menahan dan tidak memperbolehkan ternak-ternak tersebut masuk ke wilayah Kabupaten Nagekeo,” tungkasnya.(oz)

Simak Juga : NU Jemput Kebangkitan Baru Abad ke II, Prabowo Subianto Kutip Kalimat Bung Karno

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close