BeritaEkonomiNasional

Bapanas: Harga Gula Naik, Swasta Tak Boleh Tahan Impor

BIMATA.ID, Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi meminta kepada perusahaan yang mendapat kuota impor gula untuk tak menahan diri. Pasalnya, harga gula pada saat ini dalam keadaan mahal.

Menurutnya, salah satu upaya untuk melakukan stabilisasi harga adalah memperbanyak stok gula di pasaran. Salah satunya, yang didapat lewat impor, baik oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta.

“Realisasi impor kita hanya 26 persen sehingga secepatnya saudara-saudara kita yang memegang kota impor harus merealisasikan importasinya, termasuk BUMN di bidang pangan RNI dan PTPN,” ujarnya di Jakarta, pada Senin (16/10/2023).

Baca juga: Head to Head Survei H-3 Pendaftaran Capres, Elektabilitas Ganjar 36,21% Kalah Dari Prabowo 41,74%

Sehingga, Arief mewanti-wanti kepada perusahaan swasta juga segera melakukan impor. Dia menduga, kebiasaan perusahaan swasta kerap menahan impor ketika harga tinggi.

“Private (swasta) juga sama, hanya melakukan importasi kalau untung, maka kalau harga di luar lebih tinggi mereka nggak melakukan importasi. Nggak begitu caranya, importasi bukan cuma harga, tetapi pemenuhan stok,” jelasnya.

Maka dari itu, Arief memastikan, dengan melakukan impor gula, tidak akan membuat rugi para pelaku usaha. Bapanas, kata dia, akan melakukan reviu harga jual, termasuk juga akan dibahas bersama para pelaku usaha.

Lihat juga: Survei IPSOS: Jelang Pendaftaran Capres, Elektabilitas Ganjar dan Anies Tetap Kalah dari Prabowo

Sekedar informasi, sebelumnya, Holding BUMN Pangan atau ID Food masih menunggu restu dari pemerintah untuk melakukan impor gula konsumsi sekitar 125.675 ton. Menyusul kekhawatiran kenaikan harga gula pada tahun depan.

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close