BeritaNasionalPeristiwaPolitikUmum

Saling Menghormati, AHY Ungkap Anggapan Gerindra Goda Demokrat

BIMATA.ID, Jakarta- Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin kuat jika Partai Demokrat (PD) bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menepis anggapan hal itu sebagai bentuk godaan ke partainya.

“Nggak menggoda lah,” kata AHY kepada wartawan di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023).

BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo Menguat, Pengusung Ganjar “Pede”, Suara Anies Makin Tertekan

AHY mengatakan inti pertemuan itu mencerminkan baiknya komunikasi antara kedua partai. Menurutnya, semakin bagus bila komunikasi antarpartai terus dilakukan.

“Intinya itu kita selalu berkomunikasi baik, membuka jalinan silaturahim dengan semua. Saya sendiri juga memiliki keyakinan dengan membuka komunikasi dengan partai politik, itu makin bagus,” tuturnya.

Namun, AHY mengatakan komunikasi itu dilakukan dengan saling menghormati jalinan kerja sama politik masing-masing partai. Untuk diketahui, PD telah menjalin kerja sama politik dengan PKS dan NasDem dalam KPP, sementara Gerindra telah menjalin kerja sama politik dengan PKB melalui KKIR.

BACA JUGA: Survei: Prabowo Sukses Jaga Soliditas Suara di Basis 2019

“Tapi kami saling menghormati, dibuka dengan rasa saling menghormati bahwa saat ini Demokrat serius berada di Koalisi Perubahan begitu juga kami menghormati Gerindra serius membangun koalisinya,” ungkap AHY.

“Tetapi komunikasi di antara partai-partai ini baik dilakukan karena kita tahu isu di negeri kita banyak sehingga membutuhkan sinergi dan kolaborasi, dan mudah-mudahan tidak hanya terhenti dalam kaitan pemilu 2024 tetapi komunikasi dan silaturahmi seperti ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan di masa-masa berikutnya,” sambungnya.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya mengatakan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan semakin kuat, jika Partai Demokrat bergabung. Hal itu disampaikan Muzani melalui pantun usai pertemuan dengan Demokrat.

Dia menyebut baik Demokrat dan Gerindra saling menghormati keputusan politik masing-masing. Muzani pun menekankan jika kedatangan partainya tidak bermaksud menggoda Demokrat.

BACA JUGA: Antusiasme Kades Hingga Petugas Kebersihan Sambut Prabowo di Rakernas APDESI

“Walaupun kami hari ini dalam posisi berbeda, kami merasa ketemu kawan-kawan lama semuanya, ada mantan jubir Prabowo Jansen, semuanya, kami sekali lagi tidak bermaksud menggoda keputusan politik Demokrat, karena kami semuanya saling menghormati posisi-posisi lain,” ujar Muzani di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Namun, sebelum menutup sambutan, Muzani lantas memberikan pantun. Dia pun berpantun jika Demokrat bergabung dengan koalisi Gerindra, Prabowo akan semakin kuat. Pantun itu lantas dijawab dengan tawa dari kader Demokrat dan Gerindra.

BACA JUGA: Survei LSN: Publik Nilai Jokowi Cenderung Dukung Prabowo Dibanding Ganjar

Berikut pantun yang diucapkan Muzani:

Pergi ke pasar beli alpukat
Membelinya di Pasar Terapung
Pak Prabowo akan tambah kuat
Jika Partai Demokrat tambah bergabung

 

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close