BeritaRegional

Disnakkan Melaporkan Kasus LSD pada Sapi di Boyolali Berkurang

BIMATA.ID, Boyolali – Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, drh Afiany Rifdania menyebutkan laporan kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbentol yang menyerang hewan ternak sapi di daerah ini meski jumlahnya masih bertambah tetapi mulai berkurang.

“Dari laporan masyarakat, kasus LSD pada sapi biasanya rata-rata sekitar 200 ekor per hari, tetapi kini mulai berkurang rata-rata di bawah 50 ekor per hari,” katanya, Senin (03/04/2023).

Pihaknya mengatakan, berdasarkan laporan jumlah suspek kasus LSD di Boyolali per 27 Maret bertambah 39 kasus, sehingga total menjadi 2.043 kasus suspek, sedangkan yang dinyatakan positif cek laboratorium sebanyak 32 kasus.

Baca Juga : Silaturahmi Ramadan PAN, Zulhas Puji Dedikasi Prabowo untuk NKRI

“Suspek kasus LSD di Boyolali hingga saat ini mencapai 1.967 kasus atau ekor sapi. Sedangkan, hewan ternak yang sudah dinyatakan sembuh dari LSD juga sudah ratusan ekor,” ucapnya.

Kendati demikian, Disnakkan setempat terus mengoptimalkan penanganan penyakit LSD atau penyakit kulit berbentol yang menyerang hewan ternak sapi di daerah ini, dengan cara pengobatan dan vaksinasi.

“Kami tangani dengan melakukan pengobatan bagi ternak yang sakit dan melaksanakan vaksinasi pada ternak yang sehat untuk mengantisipasi adanya penularan menyakit kulit berbentol pada sapi ini,” terangnya.

Pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap sapi yang sehat sebanyak 4.300 ekor, dan kemudian mendapat pasokan vaksin lagi sebanyak 1.000 dosis khusus untuk Desa Korporasi Sapi (DKS) di Kecamatan Andong.

Cek Juga : Di Depan KIB dan KIR, Presiden Jokowi Akui Kerja Keras Prabowo

Vaksin 1.000 dosis disuntikkan ternak sapi di lima desa, yakni Kunti, Kedungdowo, Pakang, Beji, dan Kadipaten. Setiap desa akan mendapatkan jatah vaksin sebanyak 200 dosis.

Sementara Kepala Disnakkan Lusia Dyah Suciati menambahkan kasus LSD pada ternak sapi di Boyolali berdasarkan laporan mulai berkurang penambahannya, tetapi mungkin juga para peternak sebagian tidak mau melaporkannya.

Karena, kasus LSD pada ternak sapi penularannya tidak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Jadi jika satu kandang berisi 5 ekor ternak tidak semua tertular, mungkin hanya satu dua ekor saja.

Populasi hewan ternak sapi di Boyolali hingga kini masih aman 160.431 ekor yang terdiri atas sapi potong sebanyak 99.727 ekor, dan sapi perah 60.604 ekor. Pihaknya berharap populasi sapi tahun ini bisa naik sekitar 20 persen.(oz)

Simak Juga : Elektabilitas Prabowo Meroket, Jokowi di Hadapan KIB-KIR: Bukan karena Saya

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close