BeritaNasionalPeristiwaPolitikUmum

Prabowo Pastikan Pengumuman Cawapres sebelum 10 Oktober

BIMATA.ID, Jakarta- Partai pendukung Prabowo Subianto juga masih menggodok nama bakal cawapres. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyatakan, pembahasan masih berlangsung. Dia menyebut, pihaknya tidak akan terburu-buru karena masa pendaftaran masih cukup lama.

Dia memastikan, sosok wakil Prabowo bakal ditetapkan sebelum pendaftaran. ”Sebelum 10 Oktober 2023 akan diumumkan. Sebelum pintu KPU dibuka, Koalisi Indonesia Maju mengumumkan pasangan calon,” tegasnya.

BACA JUGA: Rudolfus Nilai Tindakan Airlangga Dukung Prabowo Adalah Ilegal

Sejauh ini, lanjut dia, nama-nama yang dipertimbangkan sesuai dengan usulan setiap partai. PAN mengusulkan Erick Thohir, Golkar mencalonkan Airlangga Hartarto, dan PBB mengusung Yusril Ihza Mahendra. ”Segala keputusan akan diselesaikan berdasar rapat secara kekeluargaan,” ujarnya.

Viva menegaskan, sosok cawapres sangat krusial. Bahkan bisa menentukan kemenangan. Karena itu, pembahasan harus dilakukan secara matang. Nama yang terpilih wajib menguatkan sosok capres.

Di sisi lain, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar masih menunggu keputusan Majelis Syura PKS terkait dengan kepastian dukungan. Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengungkapkan, keputusan Majelis Syura PKS ditetapkan dalam waktu dekat. ”Sabarlah,” kata Aboe.

BACA JUGA: Muzani: Saat Prabowo Menjadi Presiden, Maka Itu Akan Digunakan Untuk Membela Kepentingan Rakyat

Dia belum berani menduga-duga keputusan majelis syura. Sebab, bagaimanapun majelis syura merupakan pengambil keputusan tertinggi di PKS yang tidak bisa diintervensi. ”Insya Allah Jumat (ada keputusan majelis syura, Red). Kalau telatnya ke Sabtu,” ujar anggota Komisi III DPR tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP Nasdem Ahmad Ali menyebut, bendera tiga parpol dalam Koalisi Perubahan secara de facto (fakta) bisa dibilang sudah bergabung. Yakni, Nasdem, PKB, dan PKS. ”Kita menunggu de jure-nya saja,” ungkapnya.

Terkait dengan sikap PKS yang masih menunggu keputusan majelis syura, Ahmad Ali menyatakan, pihaknya tidak bisa memaksa. Namun, secara umum PKS telah menilai dan memiliki alasan untuk mengambil keputusan mendukung pasangan Anies-Muhaimin.

BACA JUGA :Muzani: Saat Prabowo Menjadi Presiden, Maka Itu Akan Digunakan Untuk Membela Kepentingan Rakyat

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close