Regional

Fahsar Janji Tuntaskan Pembangunan Bola Soba Sebelum Jabatan Berakhir

BIMATA.ID, Bone – Bola Soba Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, belum juga dibangun pasca-ludes terbakar. Bola Soba bangunan peninggalan Kerajaan Bone.

Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi berjanji akan membangun ulang Bola Soba. Lokasinya akan dipindahkan dari Jalan Latenritatta ke Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Palakka.

Namun saat ini, lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan dan kawasan Bola Soba terkendala lahan. Lahan seluas hampir 5 hektare tersebut dimiliki warga dengan sertifikat yang sah.

“Desainnya sudah jadi, namun masih terkendala pembebasan lahan,” kata Fahsar saat menghadiri Mappadaung Arajang, Senin (14/3/2022).

Bupati Bone dua periode ini berjanji akan membebaskan lahan dan menjadikan lahan tersebut pusat kebudayaan Kabupaten Bone.

“Ada 27 rumah adat nantinya yang mewakili semua kecamatan di Kabupaten Bone,” katanya.

Jabatan Fahsar berakhir tahun depan

Fahsar pun berjanji akan menuntaskan pembangunan Bola Soba sebelum masa jabatannya berakhir pada September 2023. Anggaran pembangunannya akan dianggarkan di APBD 2023 mendatang.

Fahsar menginginkan agar perayaan Hari Jadi Bone (HJB) di tahun-tahun mendatang digelar di Palakka.

“Kita jaga yang asli karena kita kota yang beradat,” ucapnya.

“Hegemoni kerajaan terakhir di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Bone. Itulah saya bilang, the soul of Bugis,” pungkasnya.

Diketahui, Bola Soba terbakar pada Sabtu 20 Maret 2021 lalu jelang HUT Kabupaten Bone ke-691. Si Jago Merah hanya menyisakan arang.

Bola Soba. (int)

Sejarah Bola Soba

Bola Soba adalah bangunan kebanggan masyarakat Bone. Bola Soba dalam arti bahasa Indonesia adalah rumah persahabatan.

Melansir laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone, Bola Soba memiliki perjalanan sejarah yang panjang seiring eksistensi Bone di masa kerajaan.

Bangunan yang terletak di Jalan Latenritatta, Watampone, ini merupakan replika dari rumah Kerajaan Bone yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri sekitar tahun 1890.

Bola Soba atau Saoraja Petta Ponggawae, rumah adat Kerajaan Bone, sebelum terbakar berlokasi di Jalan Petta Ponggawae yang kini menjadi rumah dinas bupati.

Kemudian sempat dipindahkan di Jalan Veteran, selanjutnya dibangun di Jalan Latenritatta pada tahun 1978 yang peresmiannya dilakukan pada 14 April 1982 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, Prof Dr Daoed Joesoef.

Dalam buku tentang sejarah Bola Soba terbitan tahun 1984 yang disusun Drs. Abdul Muttalib M, rumah adat yang juga dikenal dengan nama Saoraja Petta Ponggawae ini disebutkan beberapa kali berganti fungsi.

Awalnya, Bola Soba berfungsi sebagai istana Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri pada tahun 1890. Kemudian ditempati oleh putra mahkota La Pawawoi bernama Baso Pagilingi Abdul Hamid yang kemudian diangkat menjadi Petta Ponggawae (panglima perang) Kerajaan Bone.

Saat ditempati oleh Petta Ponggawae, rumah ini mengalami perubahan pada bagian singkap rumah atau timpa’ laja yang awalnya lima singkap menjadi empat singkap.

Dalam tata kehidupan masyarakat Bugis masa lampau, lima singkap timpa’laja dalam bangunan rumah diperuntukkan bagi rumah raja dan timpa’laja dengan empat singkap untuk putra raja.

Bola Soba juga pernah difungsikan sebagai istana sementara Raja Bone pada masa pemerintahan Raja Bone ke-31, La Mappanyukki pada tahun 1931, menjadi markas Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS), menjadi asrama TNI pada tahun 1957, hingga kemudian dijadikan sebagai bangunan peninggalan purbakala.

Sebagai replika rumah Raja Bone dan bangunan peninggalan sejarah, bangunan Bola Soba didesain untuk mendekati bangunan aslinya meskipun berbeda bahan dan ukuran.

Bola Soba memiliki panjang 39,45 meter yang dari empat bagian utama, yakni lego-lego (teras) sepanjang 5 meter, rumah induk sepanjang 21 meter, lari-larian/selasar penghubung rumah induk dengan bagian belakang sepanjang 8,5 meter serta bagian belakang yang diperuntukkan sebagai ruang dapur 4,3 meter.

Bola Soba kekinian juga difungsikan sebagai rumah kebudayaan bagi seniman dan pegiat kebudayaan serta di jadikan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone.

[HW]
Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close