Berita

Kapolri Instruksikan Tangkap Para Bandar Sampai ke Akarnya

BIMATA.ID, Jakarta– Kapolri Jenderal Listyo Sigit merasa prihatin dengan peredaran gelap narkoba yang masih terjadi di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikannya dalam lima bulan terakhir, jajarannya berhasil mengungkap 5 ton sabu.

“Kalau dihitung, hampir 5 bulan dari Januari kurang lebih ada 5 ton lebih. Kalau kita lihat kondisi seperti ini kita semua prihatin, di tengah kondisi pandemi Covid-19, di mana kita semua sibuk menekan laju COVID, tapi peredaran narkoba juga sangat tinggi,” katanya, Senin (14/06/2021).

Diungkapkannya, Indonesia masuk ke dalam negara dengan jumlah konsumen narkoba yang besar. Hal itu bisa dibuktikan dari keberhasilan pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar yang telah dilakukan sampai saat ini.

“Artinya bahwa kita prihatin bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah konsumen yang sangat besar. Terbukti beredarnya narkoba dalam kurun waktu yang tidak lama walaupun bisa kita ungkap, tapi ini gambaran tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama terkait tantangan terhadap generasi kita masyarakat kita,” ujarnya.

Untuk itu, Sigit memerintahkan kepada jajarannya untuk terus melakukan pengungkapan dan pengejaran para pelaku yang masih buron. Instruksi tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bentuk perang terhadap narkoba.

“Oleh karena itu, tentunya kita terus melaksanakan apa yang menjadi perintah Pak Presiden untuk terus melakukan pengejaran, pengungkapan, dan menyelesaikan sampai ke akarnya terkait peredaran narkoba,” tuturnya.

[oz]
Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close