Berita

Antrian di RSUD Kota Bekasi Sudah Terurai Pasien Tak Lagi Dirawat di Mobil Pikap

BIMATA.ID, Bekasi — Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Kusnanto mengatakan sudah menyediakan ruangan baru untuk pasien Covid-19 tidak ada lagi pasien yang menerima perawatan di halaman maupun di atas mobil pikap ruang perawatan yang sebelumnya untuk umum kini diubah menjadi ruang isolasi COVID-19 dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 45 unit.

“Saya sudah izin Pak Wali untuk membuka lagi satu lantai di gedung E untuk tempat isolasi,” kata Kusnanto, Jumat (25/06/2021).

Sebelumnya, ruang perawatan khusus pasien COVID-19 hanya dialokasikan sebanyak 265 tempat tidur. Menurut Kusnanto, jumlah tersebut merupakan standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kemenkes kan menetapkan untuk 30 persen dari jumlah tempat tidur yang ada. Sedangkan total tempat tidur kami ada 600 bed,” jelasnya.

Sejak terjadi lonjakan pada pekan ini, dia terpaksa mengalihfungsikan ruang perawatan umum menjadi tempat isolasi. Total penambahan tempat tidur khusus pasien COVID-19 itu mencapai 100. 

Dengan tambahan tersebut, jumlah tempat tidur khusus pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi mencapai 365 tempat tidur.

Apabila disetujui, Gedung E juga bisa menampung sebanyak 45 pasien sehingga total nantinya terdapat 400 tempat tidur perawatan khusus COVID-19.

“Ada 45 bed di Gedung E. Jadi nanti ada 400 bed khusus ruang isolasi COVID-19,” ujar Kusnanto.

Penambahan itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien di tenda triase agar antrian pasien cepat terurai. Terlebih lagi, bagi pasien yang mengalami kondisi kritis.

“Supaya masyarakat tidak mengantri seperti ini, di triase tadi pagi luar biasa, ya, antrean. Kami sudah koordinasi dengan dinkes agar juga bisa merujuk pasien-pasien ke RS tipe D dan swasta,” jelasnya.

[oz]
Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close