BeritaNasionalPolitik

Kemendagri Jadikan Pilkada 2020 Sebagai Alat Kebangkitan Negara Di Tengah Pandemi Covid-19

BIMATA.ID, Jakarta – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Bahtiar mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak digelar pada tahun 2020 untuk membangkitkan optimisme dan kepercayaan diri masyarakat pada masa normal baru.

“Kami hendak menjadikan Pilkada Serentak 2020 ini adalah instrumen atau alat untuk negara kita bangkit, supaya masyarakat kita mulai percaya diri lagi,” ucapnya, dikutip dari liputan6[dot]com, Senin (22/6/2020).

Bahtiar berharap, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 mampu membuat masyarakat bergerak bersama menghadapi normal baru, dengan dilengkapi pemahaman ilmu pengetahuan dan protokol kesehatan yang ketat.

Pilkada Serentak yang tahapan pencoblosan dilakukan pada 9 Desember 2020 tidak dipandang sekadar memilih pemimpin saja. Kebijakan melanjutkan tahapan Pilkada Serentak 2020 juga bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri.

Kemudian, Pilkada Serentak 2020 adalah bagian dari tatanan kenormalan baru kehidupan berdemokrasi, serta bagian dari aktivitas sosial kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan RI.

“Dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada masa pandemi diharapkan pemimpin yang lahir pada keadaan krisis itu luar biasa,” ujarnya.

Selanjutnya Bahtiar menambahkan, pemimpin yang banyak galau dan suka terbawa perasaan (baper) justru tidak cocok memimpin pada saat krisis.

“Pada saat krisis, pemimpin harus memberikan kepastian, semangat, optimisme, supaya masyarakat tidak larut dalam keadaan itu,” lanjutnya.

Bahtiar menyampaikan, tidak banyak pemimpin yang dapat menghadapi situasi krisis dan membawa optimisme di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2020 nanti bisa memilih pemimpin terbaik, yang kritis serta mampu memimpin dalam kondisi krisis,” tandasnya.

[MBN]

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close