OpiniHeadlinePolitik

Pengamat Nilai AHY Sulit Ulangi Kesuksesan SBY

BIMATA.ID, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center Indonesia Demokrasi (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, hasil kajian dari sejumlah lembaga mengenai perolehan suara Partai Demokrat (PD) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi saat ini.

Pasalnya, salah satu faktor yang dapat menaikkan suara partai politik (Parpol) adalah kehadiran tokoh politik potensial. Sementara, dalam beberapa waktu kebelakang, Partai Demokrat justru terlihat mulai ditinggalkan oleh kader terbaiknya.

“Sebut saja ada nama Ferdinand Hutahaean, selanjutnya disusul nama mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, selain itu ada juga Max Sopacua yang juga meninggalkan Demokrat. Terlepas dari dinamika politik internal yang ada dalam Partai Demokrat itu sendiri, namun kaburnya sejumlah tokoh politik potensial ini menandakan di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah gagal menyatukan Demokrat,” katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/01/2021).

Jajat menyampaikan, kehadiran Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, AHY sebagai tokoh politik muda seharusnya dapat membawa perubahan dalam kancah perpolitikan nasional.

Akan tetapi, jika kehadiran AHY tidak didukung dengan kader potensial yang solid, maka Partai Demokrat akan kesulitan untuk mengulangi kesuksesan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Melihat kondisi politik saat ini yang terus berubah, seharusnya Demokrat bisa terus memaksimalkan perannya sebagai partai oposisi. Namun, kurang maksimalnya peran dari Demokrat saat ini bisa jadi karena belum terbiasa menjadi oposisi, mengingat di periode sebelumnya lebih memilih menjadi partai abu-abu,” ujarnya.

[MBN]
Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close