EkonomiNasionalUMKM

Selain BLT dan Kartu Prakerja, Pemerintah Juga Berikan Bantuan Lainnya

BIMATA.ID, JAKARTA- Pemerintah terus berupaya memulihkan perekonomian terdampak Covid-19 dengan menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat.

Beberapa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah dicairkan yakni bantuan subsidi upah atau gaji (BSU), Kartu Prakerja, BLT per-KK, dan yang lainnya.

Namun, selain beberapa bantuan tersebut, pemerintah rupanya juga akan menberikan bantuan lain.

Kali ini, bantuan akan menyasar kepada para kaum muda yang merintis bisnis.

Melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) telah disiapkan skema bantuan permodalan bagi para wirausahawan yang ingin mengembangkan peluang bisnisnya dalam situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

Menurut M Asrorun Ni’am Sholeh,selaku Deputi Pengembangan Pemuda, Kemenpora, pemberian bantuan ini sebagai upaya untuk membantu pemuda melalui perorangan, organisasi, lembaga, yayasan, atau kelompok usaha dalam mengembangkan potensi kewirausahaan untuk mewujudkan kemandirian pemuda.

Selain itu, melalui program itu diharapkan Wirausaha Muda Pemula (WMP), Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP), dan sociopreneur bisa memperkuat kapasitas wirausaha muda.

Ada lima kategori bantuan permodalan yang disediakan Kemenpora. Pertama, pra-Wirausaha Muda Pemula.

Mereka ini adalah pemuda yang memiliki mental dan spirit kewirausahaan serta telah menuangkan ide usaha dalam bentuk rencana bisnis tertulis.

Kedua, Wirausaha Muda Pemula, yaitu wirausaha muda pemula yang sedang merintis usahanya menuju wirausaha muda pemula yang sedang berkembang.

Ketiga, Wirausaha Muda Pemula yang sedang berkembang, yaitu wirausaha yang sudah memiliki dan mengelola usaha minimal 12 bulan sampai dengan 42 bulan sejak pendirian usaha dan telah memiliki serta menggaji karyawan.

Keempat, Sentra Kewirausahaan Pemuda, yaitu pusat kegiatan bisnis kelompok wirausaha muda pemula pada wilayah tertentu di mana terdapat aktivitas kerja sama dan aktivitas saling terkait dalam penggunaan sumber daya dan/atau proses produksi barang dan jasa.

Kelima, sociopreneur yaitu wirausaha muda yang sukarela dan fokus terhadap solusi sosial dan ekonomi kemasyarakatan.

Berapa nilai bantuannya? Paket bantuan bagi pra-WMP dan WMP senilai maksimal Rp10 juta. Paket bantuan untuk penguatan usaha bagi WMP yang sedang berkembang dengan nilai maksimal Rp15 juta.

Paket bantuan bagi SKP senilai maksimal Rp35 juta. Adapun untuk paket bantuan bagi sociopreneur sebesar Rp10 juta.

Bantuan bagi WMP (pra-WMP/WMP/WMP yang sedang berkembang), SKP dan sociopreneur diprioritaskan untuk jenis usaha di bidang pertanian dan peternakan, perikanan dan kelautan, industri tata boga, perdagangan dan jasa, pariwisata, dan pendidikan, maupun usaha-usaha lainnya yang terdampak Covid-19.

Sesuai syarat dari Kemenpora, penggunaan bantuan bagi WMP dan sociopreneur diharapkan digunakan, antara lain, untuk biaya produksi, termasuk pembelian bahan baku, bahan penunjang dan peralatan, termasuk di dalamnya biaya promosi produk dan mengikuti pelatihan/kursus pengembangan kewirausahaan sesuai usaha yang dijalankan.

Penggunaan bantuan bagi SKP diharapkan dipakai, antara lain, untuk penambahan modal bagi WMP binaan SKP untuk biaya produksi, pemasaran dan biaya sewa.

Selain itu, dana ini bisa dimanfaatkan untuk mentoring bagi WMP binaan SKP.

Untuk menyimak persyaratan lengkapnya, Kemenpora sendiri telah membuat aturan teknis mengenai bantuan tersebut.

Peraturan itu yakni Aturan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda nomor 1.13.4 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah untuk Wirausaha Muda, Pemula, dan Sentra Kewirausahaan Pemuda.

Informasi mengenai bantuan itu juga bisa diakses melalui laman www.kemenpora.go.id. Para pemohon bantuan dapat mendaftar secara online melalui situs https://wmp.kemenpora.go.id dengan melengkapi data dan dokumen yang sesuai daftar isian yang tertera pada aplikasi.

Kemenpora menyediakan sedikitnya 500 paket bantuan dalam program WMP ini. Setiap proposal pemohon yang layak dan memenuhi syarat akan langsung dieksekusi.

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close