Bimata

Rahmat Bagja : Perbedaan Pendapat Dalam Pemilu Wajar, Jangan Rusak Persaudaraan

BIMATA.ID, Bandung – Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dalam pemilu adalah hal yang wajar. Namun, ia menekankan agar perbedaan tersebut tidak merusak tali persaudaraan.

“Melalui berbagai pengalaman pemilu yang telah kita lalui, kita memiliki pengertian bahwa perbedaan pendapat adalah sesuatu yang lumrah. Oleh karena itu, teman-teman mengadakan acara seperti ini sebagai bentuk dukungan untuk pemilu yang sehat,” ujar Bagja saat memberikan sambutan dalam kegiatan Lawan Misinformasi untuk Pemilu Sehat, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/11/2023).

Baca Juga : Dapat Nomor Urut 2, PAN Optimis Menangkan Prabowo Gibran di Bumi Cendrawasih

Bagja menjelaskan bahwa perbedaan pendapat yang sering terjadi dapat disebabkan oleh penyebaran mis informasi melalui media sosial. Terutama ketika misinformasi tersebut tersebar luas, hal itu dapat dianggap sebagai kebenaran.

Menyoroti pengalaman Bawaslu sejak Pilkada 2018 DKI, Bagja menggambarkan betapa penyebaran disinformasi saat itu sangat massif dan menyebabkan konflik, bahkan di antara sesama saudara. Hal serupa terjadi pada Pemilu 2019, dimana kasus-kasus serupa masih terus muncul.

“Oleh karena itu, melawan misinformasi adalah tugas kita saat ini. Bawaslu telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak tahun 2020. Saat ini, kami akan membentuk gugus tugas untuk mengatasi masalah misinformasi,” tegasnya.

Simak Juga : Prabowo Tegaskan Jaringan Persahabatan Antarnegara dalam Gala Dinner ADMM Plus

Kegiatan ini, dihadiri oleh sebagian besar pemuda di Kota Bandung, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menangkal penyebaran mis informasi di media sosial selama Pemilu 2024 berlangsung.

“Mis informasi dapat menghancurkan toleransi dan kebijaksanaan kita sebagai manusia,” ungkapnya.

Exit mobile version