Bimata

Panglima Yudo Margono Tekan Peserta Pemilu Hargai Netralitas TNI

BIMATA.ID, Jakarta – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono kembali menyatakan bahwa seluruh jajarannya bersikap netral di dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Dia pun menekankan pada seluruh peserta pemilu untuk menghormati netralitas TNI tersebut, tanpa terkecuali.

Pernyataan tersebut disampaikan Yudo, menanggapi tentang adanya pencopotan baliho bergambar bakal calon presiden PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo di area Markas Kodim 1013/Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, dicopot TNI pada Sabtu (15/07/2023) kemarin.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan tentang netralitas TNI ini sudah saya sampaikan kepada jajaran dan bahkan juga sudah dipasang dimana-mana, rekan-rekan semua tahu yang nomor dua itu kan tidak memasang tanda-tanda di lingkungan atau di area TNI,” kata Yudo, dikutip dari laman media berita, Selasa (18/07/2023).

Baca Juga : Prabowo Mania 08 Dukung Cak Imin Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Yudo menegaskan, bahwa ada lima hal yang menjadi permasalah pada hal tersebut, baik kepada prajurit TNI maupun keluarganya. Pertama, prajurit TNI tidak memihak dan tidak memberi dukungan kepada partai politik manapun beserta pasangan calon yang diusung, serta tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis. Kedua, tidak memberikan fasilitas tempat atau sarana dan prasarana milik TNI kepada paslon dan parpol untuk digunakan sebagai sarana kampanye.

Yudo mengatakan, dari laporan Dandim Muara Teweh, aparat TNI sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Bupati Barito Utara.

Dirinya memastikan bahwa pencopotan tersebut dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ia pun menyayangkan narasi tidak benar yang justru muncul di media sosial.

Simak Juga : PBB Usung Yusril Sebagai Cawapres Prabowo Subianto di Pemilu 2024

“Karena itu dipasang, izinnya awalnya tidak dipasang di situ, tapi (kok dipasang) di situ. Ya kita sampaikan kepada yang bersangkutan kok dipasang di situ. Sudah jelas tentang netralitas TNI,” tuturnya.

“Saya sudah tanya langsung kepada yang bersangkutan Dandim Muara Teweh, kejadiannya seperti itu. Jadi tidak seperti yang di running text seolah-olah ‘TNI mencopot’, (tapi) melepas sesuai mekanisme yang ada,” pungkasnya.

Exit mobile version