Bimata

Nasdem Tak Diundang di Pertemuan Presiden Jokowi dengan Parpol Koalisi Pemerintah

BIMATA.ID, Jakarta- Presiden Jokowi memastikan akan segera melantik Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada pekan ini. Belum diketahui apakah pelantikan Menpora pengganti Zainudin Amali ini akan diikuti dengan pergantian menteri lainnya atau reshuffle kabinet. Namun sinyal Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet ini mulai terlihat.

Termasuk di antaranya saat Presiden Jokowi melaksanakan pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai politik pendukung pemerintah. Pertemuan itu dihadiri oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Ketua Umum Partai Golkar, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), dan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

BACA JUGA: Silaturahmi Ramadan PAN, Zulhas Puji Dedikasi Prabowo untuk NKRI

Sementara, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak hadir karena sedang berada di luar negeri. Namun dari sejumlah partai pendukung pemerintah, hanya Partai Nasdem yang tidak diundang dalam pertemuan tersebut.

Partai Nasdem mengaku tidak diundang sehingga tidak hadir dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan petinggi partai pendukung pemerintah tersebut. Tidak diundangnya Partai Nasdem ini menurut Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro bisa menjadi sinyal kalau Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle.

Pertemuan tersebut bisa diartikan sebagai bentuk konsolidasi sebelum presiden melaksanakan reshuffle.

BACA JUGA: Di Hadapan Jokowi, Gus Miftah Tagih Janji Prabowo 8 Tahun Silam

“Pertemuan ini juga bisa dilihat sebagai bentuk konsolidasi sebelum Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle,” katanya seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Menurut Bawono, meski sebelumnya Presiden Jokowi hanya menyebut akan segera melantik Menpora yang baru, bukan tidak mungkin presiden juga mengganti menteri lainnya, termasuk menteri dari Partai Nasdem.

Diketahui saat ini memang ada tiga kader Partai Nasdem yang menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Yakni Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo Meroket, Jokowi di Hadapan KIB-KIR: Bukan karena Saya

Hubungan Jokowi dengan Nasdem kian merenggang setelah partai pimpinan Surya Paloh itu mendeklarasikan dukungan buat mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai calon presiden (capres) Pemilu 2024.

Tak hanya itu, Nasdem juga berkoalisi dengan dua partai oposisi, Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), untuk pemilu mendatang.

“Bukan rahasia lagi apabila selama beberapa bulan terakhir ini relasi politik antara Presiden Joko Widodo dan Partai Nasdem memburuk karena ketidaksukaan Presiden terhadap keputusan politik Nasdem berkoalisi dengan dua partai oposisi untuk mengusung Anies baswedan pada pemilihan presiden mendatang,” ujar Bawono.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Instruksi Prabowo, GEMIRA Bagikan Takjil dan Nasi Boks Selama Bulan Ramadan

Sejak deklarasi pencapresan Anies, desas-desus pencopotan menteri-menteri Nasdem pun berulang kali berembus.

“Bukan tidak mungkin reshuffle nanti juga akan dilakukan terhadap satu atau dua orang menteri dari Partai Nasdem,” tutur Bawono.

Nasdem sendiri tak mempersoalkan partainya yang tak diundang di acara pertemuan Presiden Jokowi dengan sejumlah petinggi parpol koalisi pemerintah.

BACA JUGA: Prabowo Ucapkan Selamat Hari Film Nasional Kenang Seniman Legendaris Benyamin Sueb

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengaku, pihaknya tak punya masalah apa pun dengan parpol pendukung pemerintah lain.

“Ya biasa saja, namanya tidak diundang, kan haknya shahibul bait (tuan rumah),” kata Ali saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (02/04/2023).

Ali menduga, pertemuan itu merupakan momentum konsolidasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Sebab, sejumlah partai yang hadir merupakan anggota poros politik tersebut yakni Golkar, PAN, dan PPP.

BACA JUGA: Prabowo Ungkap Isi Pertemuan Ketum Parpol Bareng Jokowi di Silaturahmi Ramadan PAN

Exit mobile version