Bimata

Dyah Roro Apresiasi PT Smelting Yang Telah Mengambil Langkah Ekspansi

BIMATA.ID, Jakarta – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke PT Smelting untuk meninjau progres pekerjaan ekspansi dengan membangun pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi smelter tembaga 30 persen dari kapasitas sebelumnya di Gresik, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Usai melakukan kunjungan tersebut Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti menyampaikan apresiasinya terhadap progres ekspansi PT Smelting yang berencana akan menaikkan kapasitas produksi smelter tembaga sebanyak 30 persen dari kapasitas sebelumnya.

“Kami melihat dengan kehadiran PT Smelting yang melakukan ekspansi ini yang tadinya 1 juta ton produksinya bisa ditingkatkan sampai 1,3 juta ton. Jadi ada peningkatan di kisaran 300 ribu ton. Oleh karena itu salah satu hal yang kita soroti adalah kita sangat amat apresiasi dengan adanya ekspansi ini,” Kata Dyah Roro, dikutip dari laman resmi media parlemen, Senin (10/04/2023).

Baca Juga : Merasa Senang Dikunjungi Zulhas dan Elite PAN, Prabowo: Sudah 10 Tahun Kita Bersama

Dyah mengungkapkan, bahwa tembaga ini merupakan komponen penting dalam upaya mempercepat transisi energi. Sebab ia menilai, tembaga sendiri merupakan komponen andalan untuk energi listrik.

“Ternyata tembaga ini sangat amat dibutuhkan sebagai komponen andalan dan bahkan digunakan 5-6x lipat dibandingkan energi fosil. Khusus untuk pembangkit listrik nya,” ujarnya.

Cek Juga : Jalankan Instruksi DPP PAPERA, Pedagang Pasar Pondok Gede Bagi Takjil dan Doakan Prabowo

Kemudian, Dyah menuturkan terkait dengan dilarangnya ekspor tembaga mentah per Juni 2023 mendatang, Komisi VII akan meninjau terlebih dahulu bagaimana dampaknya terhadap industri. Mengingat kebijakan tersebut akan sangat berdampak pada produksi yang selama ini justru sebagian diekspor ke luar negeri.

“Kenapa selama ini kita memanggil untuk ikut serta di dalam RDP juga baik itu dari Freeport dan Smelting, karena tentu sangat amat berdampak pada produksi yang selama ini sebagian justru diekspor ke luar negeri. Otomatis kita harus memastikan bahwa pasar dalam negeri itu sudah siap. Nah ini yang InsyaAllah kita kawal,” imbuhnya.

Exit mobile version