EkonomiBeritaFoodNasionalUmum

Harga Daging Ikut Naik, Legislator Demokrat: Pemerintah Ngapain aja?

BIMATA.ID, Jakarta- Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan menyesalkan soal kenaikan harga daging sapi. Mengingat saat ini harga daging sapi mencapai Rp 165 ribu/kg.

Politisi senior Partai Demokrat ini menilai, kenaikan harga ini memberatkan pedagang pasar dan membuat konsumen merugi. Di sisi lain, kenaikan harga ini menjadi pertanyaan soal keseriusan pemerintah memitigasi harga bahan makanan pokok.

“Ini sangat disesalkan dan sangatlah mengherankan. Banyak komoditas pokok rakyat yang naik di waktu yang nyaris bersamaan. Minyak goreng, kedelai, dan sekarang daging. Pemerintah tidak seharusnya mencari alasan dan menyalahkan keadaan. Ini adalah tanggung jawab negara untuk memastikan kebutuhan rakyat terjamin. Saya telah berulang kali mengingatkan pemerintah agar merencanakan pasokan dan ketersediaan pangan rakyat ini dengan baik,” ungkap Syarief dalam keterangannya, Kamis (24/02/2022).

Terkait kondisi, Politisi Senior Partai Demokrat ini menyebutkan hingga saat ini belum ada momentum hari besar keagamaan yang membuat pasokan bahan pangan meningkat dan harga melonjak. Artinya, kata Syarief, jika saat ini harga bahan pokok telah melonjak, bisa jadi harga tersebut tidak terjangkau pada saat momen lebaran nanti.

“Jika sudah begitu, pemerintah ngapain saja? Jika tidak bisa melakukan stabilisasi harga, pemerintah sudah sebaiknya mengevaluasi diri,” ujar Syarief.

“Kejadian naiknya harga-harga ini bukan satu komoditas saja. Kita bisa saja mendengar apa lagi yang naik besok. Saya kira ini bukan persoalan sepele, yang bisa diselesaikan dengan operasi pasar. Operasi pasar itu hanyalah kebijakan darurat, ini soalnya sangat mendasar. Pemerintah tidak mampu menjamin stabilitas dan pasokan bahan pokok terjamin. Kalau memang masalahnya ini mendasar dan struktural, maka pemerintah harusnya menyelesaikan ini dari akarnya,” tambahnya.

Syarief menambahkan, jika pemerintah serius dengan kemandirian pangan, maka kenaikan harga bahan pokok seharusnya tidak terjadi. Seperti halnya kasus minyak goreng dan daging sapi. Mengingat alam Indonesia kaya dengan sawit dan peternakan sapi.

 

(ZBP)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close