BeritaRegional

Pengrajin Tahu dan Tempe Kalimantan Barat Menjerit Imbas Kenaikan Harga Kacang Kedelai

BIMATA.ID, Sekadau — Imbas melonjak nya harga kacang kedelai di pasar berdampak terhadap pelaku usaha tahu dan tempe, terutama di kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.

Lonjakan harga kacang kedelai sudah dirasakan pelaku usaha sejak akhir tahun 2020 dan memasuki 2021 terus merangkak naik.

”Saat ini harga per kilo Rp. 9.900 , sebelumnya Rp. 9.000, penggunaan bahan baku untuk tahu sehari dikurangi hanya 3 karung, sebelum harga naik produksi 7 karung per hari ” kata Royati perajin tahu di Sekadau Hilir pada Selasa (5/1/2021).

Akibat kenaikan harga kacang kedelai tersebut dikatakannya, berdampak pada penyesuaian harga jual tahu dan sangat memberatkan perajin tahu.

”Bahan bakunya naik , mau bagaimana lagi tentu harga mengikuti, dalam kondisi harga bahan baku melonjak tenaga kerja juga berdampak dan ini sangat berat ” sambungnya.

Pengrajin tempe di Sekadau turut mengeluhkan kenaikan harga bahan baku.

”Harga per karung 50 Kg sudah Rp. 500.000,- namun kita dengan berat tetap produksi ” kata Ines perajin tempe di Sekadau.

Menyikapi kenaikan harga kacang kedelai di pasaran, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM Sekadau St.Emanuel mengatakan, masih menunggu laporan harga bahan pokok.

”Akan kroscek segera ke pasar , apakah karena keterbatasan persediaan atau faktor lain mengakibatkan kenaikan harga ” tuturnya.

[oz]
Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close