BisnisPerikanan

KKP Populerkan Sistem Perikanan Budidaya Bioflok

Bimata, Jakarta- Kementerian Kelautan Perikanan ( KKP) terus mencari cara untuk mewujudkan ketahanan pangan khususnya penyediaan ikan konsumsi. Salah satu caranya melalui intensifikasi teknologi yang efektif dan efisien.  

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, pemerintah saat ini telah mengembang teknologi pada sistem perikanan budidaya. Salah satunya melalui sistem teknologi budidaya lele sistem bioflok. Menurut dia, teknologi sistem bioflok menjadi sangat populer saat ini, karena mampu mengenjot produktivitas lele yang tinggi, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan hemat sumber air. 

“Bioflok ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, apalagi saat ini produk lele sangat memasyarakat sebagai sumber gizi yang digemari,” ujar Slamet dalam keterangannya, Kamis (18/5/2017).  

Adapun, teknologi bioflok merupakan bentuk rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan. Slamet menuturkan, dengan sistem bioflok maka produksi perikanan budidaya dapat meningkat hingga tiga kali lipat. 

Jika menggunakan sistem konvensional dengan padat tebar 100 ekor per meter kubik (m3) maka panennya memerlukan waktu selama 120-130 hari, sedangkan untuk sistem bioflok dengan padat tebar 500-1000 ekor per m3 hanya membutuhkan 100-110 hari saja. Selain itu, penggunaan pakan lebih efisien, jika pada teknologi konvensional FCR rata-rata 1,2, maka dengan teknologi bioflok FCR dapat mencapai 0,8.  Sementara, secara itung-itungan bisnis, usaha ini juga sangat menguntungkan. 

Sebagai gambaran dalam satu unit usaha, akan menghasilkan produksi sebanyak 7,5 ton per siklus, dengan kata lain pembudidaya dapat meraup pendapatan sekitar Rp 420 juta per tahun atau sekitar Rp 35  juta per bulan. “Tentunya ini adalah bentuk keberhasilan inovasi teknologi budidaya, dan sekaligus menjadi jawaban tepat bagaimana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat saat ini. Inovasi teknologi harus mampu menjawab tantangan dan masalah,  serta mampu memanfaatkan peluang yang ada,” imbuh dia. 

Sumber: https://money.kompas.com/read/2017/05/18/162835226/kkp.populerkan.sistem.perikanan.budidaya.bioflok..

Penulis : Achmad Fauzi

Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close