Bimata

Nevi Zuairina : Investasi Harus Serap Tenaga Lokal

BIMATA.ID, Jakarta – Komisi VI DPR RI kembali memanggil Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk menjelaskan permasalahan investasi yang terjadi di Rempang, Kepulauan Riau. Mendengar penjelasan Bahlil, Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan agar adanya investasi dapat benar-benar menyerap tenaga kerja lokal. Termasuk dengan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat di Indonesia.

“Terutama Xinyi ini dari Cina, pak, itu memang boleh kita menggunakan bahasa apa saja tapi tentu kalau kita lihat Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia itu kan yang biasa kita pakai ya untuk kita ada investasi ya luar negeri, tapi kalau Bahasa Cina untuk teman-teman pegawai susah juga pak. Jadi masyarakat kita belum terbiasa untuk menggunakan Bahasa Cina. itu diperhatikan juga pak,” katanya dalam Raker di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (2/10/2023).

Baca Juga : Setuju Dengan Prabowo, Partai Garuda Dorong Adanya Kementerian Hak Cipta & Bisnis

Selain memastikan setiap investasi harus dapat menyerap tenaga kerja lokal, Nevi juga meminta Bahlil untuk dapat meminimalisir konflik yang terjadi dari adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Ia menilai, konflik yang terjadi di Rempang menggambarkan belum siapnya pemerintah dalam menjalankan PSN.

Simak Juga :

“Memang betul-betul kita harus memastikan bahwa ini konfliknya harus diminasir dan tentu kita yakin dan percaya baik Kementerian Investasi dan Pak Rudi BP Batam pasti sudah punya mekanisme yang sudah dimiliki sebelumnya untuk terkait perencanaan investasi,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Exit mobile version