Bimata

Erick Ungkap Cara BUMN Jaga Stabilisasi Pasokan Pangan

BIMATA.ID, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan proses stabilisasi pangan dapat tercapai dengan dua cara yakni dengan menjalankan operasi pasar, dan penegakan hukum secara beriringan.

“Kita libatkan semua, satgas, pemda, masyarakat untuk mulai mendorong supaya harga pangan bisa dijaga,” ujar Menteri Etho saat peninjauan operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Rabu (04/10/2023.)

Erick menekankan, kebijakan impor beras harus melihat produksi dalam negeri. Program impor tidak bisa berjalan sendiri dengan mengabaikan produksi dalam negeri.

Baca juga: Anak Buah Prabowo: Revolusi Putih Bukan Sekedar Janji, Sudah Dilakukan Sejak 2009

Pada kesempatan itu, Erick menilai hal ini dapat menimbulkan area abu-abu yang dimanfaatkan oknum yang ingin mencari keuntungan sesaat.

“Jadi saya terus mendorong impor dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data, kasian rakyat, kasian petani, kalau ‘pemainnya’ begitu-begitu saja selalu cari uang cepat, nah ini harus diberantas. Sudah waktunya kita berantas mereka,” ungkapnya.

Sekedar informasi, pada saat ini stok aman jika melihat ketersediaan beras Perum Bulog sebesar 1,7 juta ton beras untuk Oktober, dan dua juta ton beras pada November.

Lihat juga: Simulasi Pilpres 2024 ‘Head to Head’ Prabowo 52,3% VS Ganjar 44,2%,

Exit mobile version