Bimata

Di Kudus Petani Harus Tambah Modal Agar Bisa Tetap Panen

BIMATA.ID, Kudus – Petani di Kabupaten Kudus memiliki cara tersendiri untuk menyiasati agar tetap dapat menikmati hasil panennya di tengah kemarau berkepanjangan.

Diketahui, para petani rela mengeluarkan ongkos lebih besar untuk rutin mengaliri air dari sumur bor agar lahan tidak kering, meskipun hasil yang diperoleh tidak seberapa.

Lahan pertanian jagung di Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) masih terlihat hijau, sementara banyak lahan lainnya yang menguning kekeringan.

Baca juga: Pegamat: Prabowo-Gibran Merupakan Pasangan Capres-Cawapres Ideal

Mengenai hal itu, seorang petani, Ngadimin, mengatakan, dalam kondisi kemarau seperti saat ini, satu-satunya cara agar tetap meraup panen, petani rela mengaliri air sepekan dua kali agar tanaman jagung dapat tetap bertahan hidup meskipun harus mengeluarkan ongkos lebih besar.

Menurutnya, musim kemarau kali ini membuat petani harus bekerja ekstra. Mengingat satu pekan dua kali harus menyedot air dari sumur dan meratakan air ke lahan pertanian mereka. Ongkosnya pun cukup besar, petani harus merogoh ongkos per hari Rp 150.000, dan Rp 240.000 jika sewa mesin pompa air.

“Seminggu bisa dua kali, biar tanamannya hidup. Kalau tidak diairi, pada mati,” kata Ngadimin, Jumat (13/10/2023).

Lihat juga: Hasil Dua Survei Nasional Tempatkan Prabowo Sebagai Capres Dengan Elektabilitas Tertinggi

Sebagai informasi, petani setempat harus merogoh kocek lebih dalam untuk menambah jumlah sumur bor. Total sumur sekarang sudah bertambah lima menjadi 10 dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Untuk diketahui, pada saat ini sejumlah lahan pertanian yang mendekati masa panen menjadi harapan petani agar tetap menikmati hasil panen jerih payahnya.

Exit mobile version