Bimata

Anggota Komisi D DPRD Harap Gubernur DKI Mampu Membenahi Jakarta Usai Ibu Kota Pindah ke IKN

BIMATA.ID, Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian berharap Gubernur DKI Jakarta mendatang mampu membenahi tata kota Jakarta usai Ibu Kota Negara (IKN) berpindah ke Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

“Mau nggak mau kan kita harus lakukan pembenahan tata kota dan adanya pemindahan lokasi ini berisiko konflik pasti,” kata Justin, dikutip dari antaranews, Senin (09/10/2023).

Justin menerangkan, risiko ini bisa diimbangi pemerintah dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang rumahnya direlokasi, mulai dari memprioritaskan Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga keperluan sehari-hari lainnya.

Baca Juga : Prabowo Pimpin Rapat Kabinet Terbatas Soal RS Indonesia di Palestina Terdampak Serangan Bom Israel

Karena itu, menurut dirinya, selama masih ada waktu, energi serta fokus yang besar mengenai sosialisasi relokasi yang dilakukan pemerintah tentunya pembenahan tata kota bisa tercapai.

“Sebenarnya kan kita butuh hunian-hunian yang terintegrasi, jadi jangan mau pembangunan dulu dan baru masyarakat digusur,” tuturnya.

Terlebih, ungkapnya, di DKI Jakarta memiliki sekitar 1.800 bidang tanah tak terpakai yang seharusnya dimanfaatkan.

Dengan demikian, dia berharap agar pemerintah mendatang lebih terfokus isu dalam mengatasi masalah di Jakarta. 

“Misalnya, tahun pertama gubernur fokus di polusi, tahun kedua fokus di air bersih, tahun tiga fokus bidang lainnya,” ungkapnya.

Justin menilai jika pemerintah mampu mengatasi isu secara fokus dan terarah, maka perkembangan bisa diperhitungkan sehingga melahirkan hasil nyata per tahunnya.

“Misalnya masalah banjir itu harus terhitung pembangunan saluran baru, berapa, ‘coverage’-nya berapa. Setiap tahun harus ada fokusnya, jangan terpecah-pecah,” nilainya.

Simak Juga : Gerindra Instruksikan Kadernya Bikin Posko Juang Prabowo di Tiap Kelurahan

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan berharap kemacetan dan banjir di wilayah Jakarta teratasi usai Ibu Kota Negara (IKN) berpindah dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

“Diharapkan terbentuknya satu kesatuan tata ruang dan juga untuk bisa mengatasi, menyelesaikan masalah kemacetan, banjir dan lain sebagainya,” pungkas Pantas Nainggolan.

Exit mobile version