Bimata

China Keluhkan Bantuan Persenjataan Amerika Kepada Taiwan

BIMATA.ID, Beijing – Otoritas China pada Selasa menyampaikan keluhan kepada Amerika Serikat terkait bantuan persenjataan kepada Taiwan dan mendesak Washington agar bisa menahan diri untuk tidak bertindak terlalu jauh dengan mengambil jalan yang “salah dan berbahaya.”

AS pada Jumat lalu mengumumkan paket bantuan persenjataan kepada Taiwan senilai 345 juta dolar AS sebagai bagian dari bantuan total 1 miliar dolar AS yang disetujui oleh kongres untuk tahun anggaran 2023.

Tan Kefei, juru bicara kementerian pertahanan China mengatakan, AS harus menghentikan segala bentuk “kolusi militer” dengan Taiwan.

“Masalah Taiwan yang menyangkut kepentingan China, merupakan garis merah yang tidak boleh dilintasi dalam hubungan China-AS,” kata Tan, dikutip dari antaranews, Selasa (01/08/2023).

Baca Juga : Partai Gelora Siap Dukung Prabowo Subianto Sebagai Capres 2024

Beijing mengklaim pulau yang memiliki pemerintahan demokratis sendiri itu sebagai bagian dari wilayah mereka dan berkali-kali menentang segala bentuk “hubungan resmi” antara Washington dan Taipei.

Taiwan menolak klaim China atas wilayah mereka dan menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka sendiri.

AS yang merupakan pemasok utama sistem persenjataan Taiwan, terikat oleh undang-undang untuk menyediakan senjata kepada Taiwan untuk mempertahankan diri, meski tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi.

Seorang jendral AS beberapa waktu lalu mengatakan bahwa AS dan sekutunya harus segera mengirim senjata ke Taiwan dalam beberapa tahun mendatang untuk membantu pulau tersebut mempertahankan diri.

Sementara militer China juga memperkuat kehadiran mereka di sekitar Taiwan dengan mengirim lusinan pesawat tempur dan pembom, termasuk drone ke wilayah udara Taiwan bagian selatan.

“Tentara Pembebasan Rakyat China mengamati dengan seksama situasi di Selat Taiwan dan selalu berada dalam kesiagaan penuh,” pungkasnya.

Simak Juga : Sering Unggul di Sejumlah Survei, Bukti Prabowo Diinginkan Masyarakat

Exit mobile version