Bimata

Pemerintah India Pakai AI untuk Blokir Panggilan dan Pesan Palsu

BIMATA.ID, Jakarta- Penderitaan seluruh konsumen di India yang lelah menerima panggilan spam dan pesan SMS yang tidak diinginkan dari nomor tak dikenal akan berakhir mulai Senin, 1 Mei 2023. Sebab, Telecom Regulatory Authority of India (TRAI) telah menerapkan peraturan baru yang ditujukan untuk memerangi komunikasi yang tidak diinginkan.

Di bawah aturan baru ini maka semua perusahaan telekomunikasi di India akan diminta untuk menggunakan filter spam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam layanan panggilan dan SMS.

BACA JUGA: Dukung Prabowo Sebagai Capres 2024, Wiranto : Giliran Adik Saya Yang Maju Sebagai Capres 2024

Langkah signifikan yang dilakukan TRAI tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen dari aktivitas penipuan dan pelecehan. Laporan media menunjukkan bahwa peraturan TRAI yang baru-baru ini dirilis mengamanatkan perusahaan telekomunikasi India, termasuk Airtel, Jio, Vodafone Idea, dan BSNL, untuk menggunakan filter spam kecerdasan buatan (AI) dalam layanan panggilan dan SMS.

Filter ini dirancang untuk mengidentifikasi dan memblokir panggilan dan pesan palsu serta promosi dari berbagai sumber, yang biasanya digunakan oleh penipu untuk menipu uang pelanggan. Tujuannya adalah untuk mengatasi meningkatnya jumlah pesan dan panggilan spam yang menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan bagi pelanggan, menurut laman Live Mint, Selasa, 2 Mei 2023.

BACA JUGA: Prabowo Kenalkan Rantis Maung Karya Anak Bangsa di Tanah Minang

Bharti Airtel dan Reliance Jio adalah beberapa perusahaan telekomunikasi besar yang telah setuju untuk mematuhi mandat dan menerapkan layanan filter AI. Airtel bahkan sudah mengonfirmasi hal ini dalam pernyataan resmi, sementara Jio diperkirakan akan segera meluncurkan layanan tersebut.

Untuk mengatasi lebih lanjut masalah panggilan dan pesan palsu, TRAI telah mengarahkan perusahaan telekomunikasi untuk menghentikan pengiriman panggilan promosi ke nomor ponsel 10 digit, yang biasanya dimanfaatkan oleh spammer dan scammer.

BACA JUGA: Kehadiran Prabowo di Gelanggang Pacuan Kuda Diteriaki Bapak Presiden Dari Seluruh Bangku Penonton

Pemerintah India juga mendesak seluruh perusahaan telekomunikasi untuk memasukkan fitur Call ID yang menampilkan nama dan foto penelepon di layar ponsel, memungkinkan pelanggan untuk mengidentifikasi penelepon.

Sebelumnya dilaporkan bahwa beberapa perusahaan telekomunikasi, termasuk Airtel dan Jio, ragu untuk mengadopsi teknologi filter spam AI karena masalah privasi. Namun, belum ada informasi yang jelas mengenai pengumuman ini. Implementasi teknologi filter AI untuk memerangi spam dijadwalkan akan dimulai pada 1 Mei 2023 sesuai rencana.

BACA JUGA: Wiranto Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Exit mobile version