Bimata

Pemerintah Diminta Perbaiki Transportasi Umum Daerah

BIMATA.ID, Jakarta- Momentum mudik lebaran menjadi cerminan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sejauh ini pemerintah terlihat gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Padahal selain akses jalan, pekerjaan rumah yang perlu dibenahi terkait penyediaan alat transportasi umum.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai dalam jangka pendek, transportasi di daerah harus segera dibenahi. Masih banyak angkutan transportasi yang belum mencapai wilayah pedesaan.

BACA JUGA: Ketum Prawiro Tanggapi Kontak Politik Prabowo SBY

“Transportasi umum di daerah harus segera dibenahi dan dibuat senyaman menggunakan kendaraan pribadi. Transportasi umum belum menjangkau ke kawasan pedesaan,” kata Djoko, Jakarta, Senin (01/05/2023).

Tak hanya itu, selama musim lebaran tidak sedikit masyarakat menyulap kendaraan angkutan barang menjadi angkutan penumpang. Penggunaan mobil bak terbuka ini biasanya digunakan masyarakat menuju lokasi wisata.

“Penggunaan mobil bak terbuka untuk wisata dan mudik lebaran makin marak. Warga tidak ada pilihan menggunakan transportasi umum,” kata dia.

BACA JUGA: Prabowo: Berkuda Lebih Dari Sekadar Olahraga, Tapi Budaya Tanah Air yang Harus Dilestarikan

Akibatnya, kecelakaan maut tak bisa terhindarkan. Di Aceh selama Lebaran 2023 telah menelan 12 korban jiwa dan puluhan korban kritis. Penggunaan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang menjadi pemicu utama kecelakaan.

“Pelanggaran berkendara berakibat fatal, kematian sia-sia di jalan raya,” ujarnya.

Sejauh ini, Djoko menyebut baru ada 11 kota selain Jakarta yang sudah memiliki layanan transportasi umum dengan skema pembelian layanan (buy the service/BTS). Sebanyak 62 persen penumpang BTS memiliki sepeda motor.

BACA JUGA: Berterima Kasih ke Masyarakat Minang, Prabowo Bertekad Bangun Sekolah Unggulan di Sumbar

Penumpang pelajar terbesar menggunakan bus skema BTS, yakni 45 persen. Kemudian 38,5 persen, masyarakat umum, 15,5 persen lanjut usia dan 1 persen disabilitas.

Djoko menilai porsi anggaran untuk membenahi transportasi umum di daerah harus dilipatgandakan. Hal ini lebih penting dilakukan pemerintah daripada terus-menerus menahan kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Ketimbang negara terus menerus mempertahankan atau menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang menggerogoti keuangan APBN,” kata dia.

BACA JUGA: Kehadiran Prabowo di Gelanggang Pacuan Kuda Diteriaki ‘Bapak Presiden’ Dari Seluruh Bangku Penonton

Akan banyak diperoleh manfaat jika transportasi umum di daerah dibenahi. Selain untuk kepentingan melayani pemudik saat pulang kampung, juga menghemat subsidi BBM. Termasuk menurunkan angka kecelakaan, mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengendalikan angka inflasi di daerah.

 

Exit mobile version