Bimata

Pemkab Sukoharjo Gelar Kembali Operasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi

BIMATA.ID, Sukoharjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, kembali gelar operasi pasar beras medium, yang disebabkan, naiknya harga beras belakangan ini. Maka, operasi pasar tersebut digelar di Balai Desa Malangan, Kecamatan Bulu, pada Rabu (01/03/2023).

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengungkapan, digelarnya operasi pasar ini guna menjaga stabilitas harga pangan, sehingga inflasi dapat terkendali.

Sambungnya, melewati operasi pasar ini, pemerintah dapat membantu masyarakat dengan cara menjual beras medium dengan harga dibawah harga pasar. Sehingga, bisa membantu kalangan masyarakat yang kurang mampu agar bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.

Baca juga: Prabowo-Ganjar Tampil Akrab di Kebumen Bareng Jokowi, Ujang Komarudin: Capres-Cawapres Ideal 2024

“Selain untuk mengendalikan inflasi, operasi pasar beras medium ini juga untuk membantu masyarakat kurang mampu di mana setiap warga bisa membeli beras maksimal 10 kg,” ucap Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat meninjau pelaksanaan operasi pasar tersebut.

Diketahui, dalam operasi pasar beras medium tersebut, setiap beras medium kemasan 5 kg dari Bulog dijual dengan harga Rp 42.500 atau Rp 8.500 per/kgnya. Sehingga, Setiap untuk masyarakat bisa membeli beras tersebut maksimal 10 kg.

“Saat ini beras medium non Bulog harganya berkisar Rp12.000 per kg. Bahkan, beras medium dari Bulog yang juga dijual di pasaran dijual Rp47.500 per 5 kg,” jelas Etik.

Lihat juga: Setia Membela Pedagang, PAPERA Banjir dukungan Prabowo Presiden 2024

Oleh karena itu, Bupati Etik menyampaikan, bukan hanya kemasan beras 5kg, selama operasi pasar itu, juga dijual paket berisi minyak satu liter, dan gula pasir satu kg dari Bulog dengan harga Rp 27.500.

Exit mobile version