Bimata

Cegah Kenaikan Harga Jelang Nyepi, Pemerintah Buleleng Gelar Pasar Murah

BIMATA.ID, Buleleng- Antisipasi melonjaknya harga sejumlah kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1945. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersinergi bersama TNI dan Polri mengadakan Gelar Pangan Lokal dan Pasar Murah di beberapa titik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan bahwa gelar pangan lokal dan pasar murah sudah dilaksanakan selama 3 hari menjelang Hari Raya Nyepi. Semuanya itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus sebagai upaya pengendalian harga.

BACA JUGA: Dukungan Presiden Jokowi Kepada Prabowo Subianto Membuat Elektabilitas Prabowo Sulit di Kejar

Adapun titik kegiatan sudah dimulai dari Jumat (17/03/2023) di Jalan Diponegoro, serta Sabtu (18/3/2023) dan Minggu (19/03/2033) di Taman Kota Singaraja yang dilaksanakan saat Car Free Day.

“Kita meyakini, melalui pasar murah akan bisa membantu transaksi masyarakat dan semoga harga jelang Nyepi tidak melonjak secara signifikan,” jelasnya saat ditemui disela-sela pemantauannya di Taman Kota Singaraja.

Disamping itu, terkait pengamanan serta ketertiban selama berlangsungnya perayaan Hari Raya Nyepi, Suyasa menyampaikan jika Pemkab Buleleng sudah bersinergi bersama Polres Buleleng.

BACA JUGA: Anak Buah Prabowo Lantik Walikota Samarinda Jadi Ketua IPSI Kalimantan Timur

Termasuk Kapolres akan melakukan pemantauan dan menyampaikan kondisi masyarakat yang melangsungkan Catur Brata penyepian. Sehingga diharapkan perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2023 ini bisa berjalan khidmat.

“Semoga seluruhnya berjalan damai. Masyarakat mampu memenuhi kebutuhan saat hari raya, dan tidak ada gangguan keamanan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng I Gede Putra Aryana menambahkan bahwa terdapat 30 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berpartisipasi. DKPP Buleleng sebagai SKPD penyelenggara, juga melibatkan Bulog serta Perumda Pasar Argha Nayottama dan Perumda Swatantra.

BACA JUGA: Megawati Bertemu Jokowi di Tengah Isu Duet Prabowo-Ganjar Dijodohkan, Ini Analisis Pengamat

“Semua terlibat berjualan di sini dengan harga dibawah harga pasar. Karena terus terang kalau menjelang hari raya kebutuhan pasti meningkat. Pimpinan memerintahkan kita untuk menyelenggarakan gelar pangan lokal. Sekaligus untuk mengantisipasi tingginya harga sembako,” paparnya.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam memeriahkan Gelar Pangan Lokal dan Pasar Murah ini. Hal ini bisa terlihat dari naiknya jumlah transaksi yang dicatat DKPP dalam setiap hari pelaksanaan. Pada hari pertama, tercatat terjadi transaksi sebesar kurang lebih 13 juta rupiah.

BACA JUGA: Selalu diajak Presiden Kemana-mana, Prabowo Anggap Jokowi Gurunya

“Kemarin 21 juta. Hari ini mungkin lebih banyak lagi. Masyarakat Buleleng sangat antusias menyambut kegiatan seperti ini, Apalagi menjelang hari raya,” pungkas dia.

 

Exit mobile version