Bimata

Cara Disabilitas Bandung Mengeksistensikan Diri Dalam Acara Hari Kursi Roda International

BIMATA.ID, Bandung – Kawasan Kiara Artha Park pada hari Rabu 01 Maret 2023 dipenuhi dengan keceriaan, senyum dan tawa lebar menyelimuti salah satu bangunan di lokasi taman bermain favorit bagi warga Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat itu, sedang tampil kelompok pantomim dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo.

Lima anak-anak SD yang merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara unjuk gigi menampilkan kemahiran mereka dalam memainkan sketsa pertunjukan tanpa suara.

Baca Juga : Menhan Prabowo Terima Kunjungan Senior Minister Singapura H.E. Mr. Teo Chee Hean

Pementasan kelompok pantomim SLBN Cicendo ini, merupakan bagian dari acara bertajuk ‘Mentas Menembus Batas’ yang digagas oleh Forum Perjuangan Disabilitas (Forpadi) Kota Bandung. 

Guntur selaku penggagas acara tersebut  mengatakan, memang acara ini digagas untuk memperingati Hari Kursi Roda Internasional, supaya para anak-anak disabilitas bisa menunjukkan bakat yang dimilikinya, serta mungkin saja selama ini tidak pernah diperlihatkan kepada siapapun.

“Ini juga berdasarkan jeritan hati para orang tua disabilitas yang memang selama ini ternyata di wilayah paling bawah dari tingkat RT sampai kecamatan, itu banyak orang tua yang mempunyai anak disabilitas belum begitu bersosialisasi dengan masyarakat. Jadi para orang tua ini berharap mereka ingin menampilkan bakat anak-anak istimewanya,” kata Guntur, dikutip dari detik, Rabu (01/03/2023).

Untuk memberi motivasi kepada para penyandang difabel, Guntur dan rekannya  turut mengundang sejumlah anak disabilitas yang kiprahnya sudah diakui banyak orang. Mulai dari penari jaipong cerebral palsy Wulan Sriwenda, aktor cilik peraih BaliMakarya Film Festival M Aldifi Tegarajasa, pelukis mulut ternama Faisal Rusdi dan anggota DPR-RI Nurul Arifin. 

Simak Juga : Prabowo Subianto Dukung Peningkatan Kerja Sama RI-Singapura

Pria yang akrab disapa Abah Guntur ini awalnya mengaku sempat pesimis tentang acara yang digagasnya. Namun setelah diselenggarakan, animo para orang tua, terutama yang memiliki anak disabilitas ternyata lebih tinggi dari ekspektasinya untuk datang langsung ke acara tersebut.

“Ini sebenarnya di luar ekspektasi kami, kami juga ada was-was sebenarnya apakah ada yang mau tertarik ikut acara disabilitas atau enggak. Tapi ternyata, mereka saya perhatikan, banyak diluar undangan yang datang. Alhamdulillah, karena bagi saya yang terpenting mereka bisa bersosialisasi dengan banyak orang seperti ini,” pungkasnya.

Exit mobile version