Bimata

1.318 Sapi di Wilayah Semarang Terpapar LSD Peternak Minta Dilakukan Vaksinasi

BIMATA.ID, Semarang – Peternak sapi di Kabupaten Semarang semakin gelisah, kasus LSD semakin bertambah menjangkiti ternak mereka sebanyak 1.318 ekor ternak di Kabupaten Semarang terpapar Lumpy Skin Disease (LSD), Enam ekor diantaranya mati akibat terjangkit penyakit kulit infeksius pada ternak tersebut.

“Berbagai upaya untuk melakukan penanganan telah dilakukan yakni mengobati serta mengisolasi hewan ternak terpapar, kita minta dilakukan vaksinasi segera,” Kata Anwar salahsatu peternak, Selasa (31/01/2023).

Hal serupa juga diungkapkan Sugiyono, 56, peternak di Bancak, Kabupaten Semarang, jumlah ternak terpapar LSD terus meningkat, sehingga para peternak sapi khawatir semakin meluas.

Baca Juga : Kunjungi Koramil 10 Medan Marelan yang Dibangun Atas Swadaya Masyarakat, Prabowo: Ini Luar Biasa

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Peternakan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menangani LSD tersebut. Sehingga langkah dilakukan adalah dengan memisahkan antara ternak yang sakit serta pemberian vitamin dan vaksin.

Berdasarkan data dihimpun Dinkes Kabupaten Semarang, hingga saat ini sebanyak 1.318 ekor hewan ternak di Kabupaten Semarang telah terpapar LSD, jumlah tersebut meningkat dibandingkan sepekan sebelumnya sebanyak 900 ekor.

“Terbanyak di wilayah Bancak ada 317 ekor ternak terpapar,” ujarnya.

Mengenai penutupan pasar hewan seperti saat wabah PMK beberapa waktu lalu, Wigati mengungkapkan hingga saat ini belum ada kebijakan tentang hal tersebut.

“Kita masih menunggu obat khusus penanganan LSD dari Pemprov Jateng,” jelasnya.(oz)

Simak Juga : DPD PAPERA Jateng Siap Galang Dukungan Pedagang Pasar Menangkan Prabowo

Exit mobile version