Regional

Kurang Kontribusi Penanganan Covid-19, Walkot Makassar Bakal Evaluasi Jabatan Lurah

BIMATA.ID, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bakal mengevaluasi jabatan lurah yang tidak mampu memberi kontribusi maksimal terhadap penanganan Covid-19.

Danny mengatakan, sebelumnya telah memerintahkan lurah untuk mengisolasi warganya yang terpapar Covi-19 masing-masing satu orang per hari.

“Ini sampai hari ini baru 4 lurah yang bikin. Memang lurah-lurah ini agak berat. Karena tidak mampu komunikasikan dengan masyarakat,” kata Danny, Kamis (19/8/2021).

Dia menegaskan, penugasan kepada lurah tersebut bakal menjadi assesment terakhir bagi perangkat pemerintahan, begitu pun dengan camat.

Bagi yang ingin menjadi calon lurah kata dia, bisa membawa warganya diisolasi satu orang pertama, maka ia akan langsung diikrarkan.

“Intinya itu lurah adalah penguasa wilayah. Dia harus tahu orang per orang. Dan dia harus komunikasi semua orang dan harus bisa meyakinkan orang per orang. Kalau tidak bisa, tidak usah jadi lurah. Begitu kira-kira,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, jumlah orang yang isolasi Covid-19 di Kapal Motor (KM) Umsini terus mengalami penurunan lantaran angka kesembuhan tinggi.

Kecepatan orang sembuh dan kecepatan orang isolasi di Umsini tidak berimbang. Setiap hari jumlah orang yang isolasi di Umsini terus berkurang.

“Jadi makin hari makin berkurang. Jadi kita harus suplai. Kalau cuma 50 tidak efektif. Idealnya 500, kalau lurah-lurah bawa satu tiap hari berarti 153 sehari. Kalau orang sembuh berimbang bisa penuh,” ucapnya.

(HW)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close