Bimata

Barikade 98 Dukung Erick Jadikan Warteg dan UMKM sebagai Ujung Tombak Ekonomi

Kurang lebih 25 ribu warteg di Jabodetabek gulung tikar di masa pandemi Covid-19.

BIMATA.ID, Jakarta – Sekjen Barikade 98 Arif Rahman mendukung secara penuh pemikiran dan gagasan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadikan warung Tegal (warteg) dan UMKM sebagai ujung tombak ekonomi dalam menjawab global pandemi Covid-19.

Menurut Arif Rahman, berdasar data dari Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) diperkirakan terdapat 50 ribu warteg di Jabodetabek yang setengahnya gulung tikar karena pandemi.

“Ini saatnya semua kita bersatu padu untuk mewujudkan gagasan dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi Warteg dan UMKM ujung tombak ekonomi,” papar Arif Rahman dalam keterangan persnya, Rabu (11/8).

Arif Rahman menegaskan, seluruh komponen Barikade 98, baik pengurus pusat dan daerah, siap bersinergi mewujudkan gagasan Menteri BUMN Erick Thohir menggandeng warteg dan UMKM sebagai ujung tombak ekonomi.

“Barikade 98, sebagai wadah aktivis 1998, juga siap mendukung pengembangan bisnis plan warteg dan UMKM yang berbasis digital,” ucap Arif Rahman yang juga Sekjen MPN Pemuda Pancasila ini.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir makan siang di warteg yang berada di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu.

Erick Thohir makan siang sekaligus meninjau transformasi warteg yang sukses mengembangkan usahanya ke ranah digital.

Erick Thohir mengatakan, warteg juga merupakan roda ekonomi masyarakat yang harus dikembangkan meski di tengah pandemi Covid 19.

“Warteg itu kan juga menjadi ujung tombak ekonomi, kita tidak bisa melihat ekonomi ini hanya berdasarkan pembangunan dari konglomerat, tetapi yang penting bagaimana ultra mikro UMKM juga harus kita bangun,” ujar Erick Thohir.

Menurut Erick Thohir, pembangunan yang dilakukan Pemerintah selalu seimbang antara pengusaha kecil dan pengusaha besar untuk sama-sama memulihkan ekonomi nasional.

“Kita juga sampaikan apresiasi dengan pengusaha kecil yang berhasil mengembangkan warteg ke ranah digital,” kata Erick Thohir.

Exit mobile version