Bimata

Sebanyak 8,27 Persen Guru Menolak Untuk Divaksin

BIMATA.ID, Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Fahriza Marta Tanjung menyampaikan, bahwa hasil survei mengenai persepsi guru atas program vaksinasi Covid-19 didapat sebesar 8,27 persen guru menolak untuk divaksinasi.

“Survei diikuti oleh 2.406 guru dari 26 provinsi di Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa 91,73 persen guru bersedia di vaksin dan 8,27 persen guru menolak divaksinasi,” ujar Fahriza, Kamis (18/03/2021).

Ia menyampaikan, jika data itu ditelusuri lebih lanjut maka yang tidak bersedia di vaksin adalah guru yang berasal dari luar Jawa, pada jenjang SMA/SMK/MA dan rentang usia di bawah 50 tahun.

“Guru yang tidak bersedia di vaksin cenderung memiliki alasan khawatir dengan efek samping vaksinasi dan ragu dengan kualitas vaksin,” katanya.

Menurut dia, bila ada guru yang belum divaksin, ditambah siswa yang juga belum divaksin maka herd immunity secara komunal di lingkungan sekolah sulit terbentuk.

“Herd immunity terbentuk jika 70 persen kekebalan kelompok terbentuk,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Fahriza memberi rekomendasi, diantaranya pemerintah diminta untuk meningkatkan sosialisasi vaksinasi kepada guru, terutama di luar Jawa.

“Guru-guru yang belum mengikuti sosialisasi cenderung tidak bersedia mengikuti vaksinasi bagi guru,” katanya.

Ia mengharap kan vaksinasi kepada guru dapat membantu kebuntuan dalam melaksana kan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jika masih banyak guru yang menolak untuk divaksinasi tentu pelaksanaan PTM di bulan Juli masih diragukan,” ujarnya.

[oz]

Exit mobile version