Politik

PAC Ansor di Sleman Ingatkan Panewu Agar Tidak Terlibat Dalam Pemberian Bansos Bermuatan Politik

BIMATA.ID, SLEMAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan Banser tiap Kapanewon se Kabupaten Sleman mengadakan silaturahmi ke Panewu setempat untuk menyampaikan pesan agar Panewu atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak terlibat dalam pemberian bantuan sosial yang bermuatan politik atau ditunggangi dengan paslon tertentu.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut Apel Kebangsaan, 29 November yang lalu, secara serentak dengan PAC GP Ansor Kapanewon atau Kecamatan se Kabupaten Sleman dengan menemui Penewu di wilayahnya masing masing untuk menyatakan sikap terkait perkembangan situasi yang ada di Kabupaten Sleman.

“Selain berharap dapat terlaksana pemilu yang adil dan transparan dalam kesempatan ini GP ANSOR berharap dan berkomitmen untuk dapat turut serta menjaga masyarakat terutama dalam pelaksanaan protocol kesehatan saat dilaksanakannya pemilihan umum mengingat jumlah kasus covid-19 yang terus meningkat sampai dengan hari ini,” kata Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman, Ariyanto Nugroho meneruskan instruksi ketua umum PP GP Ansor.

Selanjutnya GP Ansor menyatakan siap menjaga keamanan dan ketertiban dalam proses penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Sleman dan menyatakan Kesiapan untuk mendukung pihak penyelenggara pemilihan umum (PEMILU) untuk melaksanakan tugasnya dalam menyelenggarakan pemungutan suara secara langsung, bebas, rahasia jujur, adil (Luber -Jurdil) serta professional, objektif dan transparan.

“Mendukung dan mengawal pemerintah daerah (Kabupaten), Kapanewon, serta pemerintah desa untuk bersikap netral dalam pemilihan umum yang akan terselenggara pada tanggal 09 Desember 2020,” tegasnya menyampaikan sikap politik GP Ansor

Kemudian menolak dan melakukan monitoring terhadap potensi terjadinya praktik-praktik money politic, intimidasi, serta segala jenis kecurangan yang mungkin dilakukan oleh semua pihak yang berkepentingan dalam proses pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Sleman.

“Menolak penyalahgunaan pemberian bantuan sosial PKH, BANSOS, BKK, BLT, PIP, dan lainnya untuk kepentingan pemenangan salah satu pasangan calon tertentu dan mengawal dan mensukseskan pelaksanaan pemilihan umum dengan melaksanakan protocol kesehatan sebagai ikhtiar untuk memutus penyebaran virus covid-19 di wilayah Kabupaten Sleman,” lanjutnya

Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman Ariyanto Nugroho menginformasikan bahwa mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terdapat beberapa hal yang tidak etis pada saat penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat.

“Dilihat dari waktu penyaluran yang menjelang pelaksanaan pilkada, dan  informasi ada masyarakat penerima bantuan sosial yang digiring untuk memilih paslon tertentu bahkan diancam dihentikan bansosnya, masyarakat dibuat seolah berhutang budi pada person tertentu karena merasa sudah mengawal bansos/hibah bagi masyarakat,” terangnya.

Hal itulah yang mendasari pemuda Ansor tiap Kapanewon, mendatangi Penewu dan mengingatkan agar Penewu bersama jajaran dibawahnya, Lurah, Dukuh RW, RT untuk senantiasa bersikap netral, serta tidak memanfaatkan jabatan yang diamanahkan, hal ini tidak lain tidak bukan adalah untuk turut serta menjaga situasi  kondusif baik sebelum, pada saat, maupun pasca Pilkada 9 Desember 2020.

Usman

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close