Bimata

Unggahan Twitter KPU Sleman Rugikan Paslon Kustini-Danang

Pilkada Sleman

BIMATA.ID, SLEMAN — Sekretaris Tim Pemenangan Kustini Sri Purnomo – Danang Maharsa, Ir H Abdul Kadir, MH menyatakan pihaknya merasa dirugikan atas unggahan video di akun twitter KPU Sleman yang berisi visi-misi paslon nomor 3. Sebab unggahan tersebut menimbulkan persepsi seolah-olah KPU Sleman berat sebelah atau berpihak kepada pasangan nomor urut 3.

BACA Berita Sebelumnya
Akun KPU Posting Visi Misi Paslon 3, Nitizen : KPU Ne Ko Ga Netral Ya

“Terlepas itu kesalahan teknis ataupun ada unsur kesengajaan, kejadian itu jelas sangat merugikan kami. Sebab ketika sudah terbentuk opini bahwa KPU berpihak kepada Paslon nomor 3, maka publik akan menuduh bahwa seolah-olah ada persekongkolan antara KPU dengan Paslon nomor urut 3,” terang Abdul Kadir.

Padahal, menurut Abdul Kadir, pihaknya tidak pernah melakukan intervensi untuk mempengaruhi netralitas KPU Sleman. Kesalahan unggah video ini menunjukkan tindakan KPU Sleman yang tidak profesional dan dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap penyelenggaraan Pilkada, sebagaimana diatur dalam Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilihan umum.

Abdul Kadir mengingatkan, beberapa waktu lalu pihaknya pernah dirugikan oleh tindakan KPU Sleman yang mengunggah poster visi-misi Paslon nomor urut 3 dengan memasang foto yang bukan foto resmi untuk surat suara. 

Pihaknya pun telah menyampaikan teguran dan masalah tersebut selesai secara musyawarah. Oleh sebab itu Abdul Kadir meminta KPU Sleman memperbaiki pengelolaan akun media sosial dan meningkatkan profesionalitasnya. 

Ia tidak bersedia berspekulasi tentang kemungkinan sabotase unggahan tersebut. Namun dirinya khawatir kejadian ini dapat menimbulkan situasi saling serang antar pendukung Paslon. Oleh sebab itu pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawasi kinerja KPU Sleman guna menciptakan demokrasi yang jujur. 

“Kepada seluruh pendukung Paslon, kami imbau tidak terpancing dengan provokasi dan menjaga situasi agar tetap tenang hingga 9 Desember mendatang,” tegasnya.

Rilis/Usman

Exit mobile version