
Bimata.ID, Jawa Tengah — Dr. Hj. Novita Wijayanti, SE.,MM kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di daerah pemilihan beliau Jawa Tengah VIII (Kab Banyumas dan Kabupaten Cilacap). Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 9 Desember 2025 di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan sosialisasi MPR RI mempunyai tujuan menanamkan 4 Pilar Kebangsaan Republik Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, terutama disaat terjadi bencana yang belum lama ini melanda wilayah Kabupaten Bunyumas.
Telah diketahui bersama bahwa kemarin di Bulan November terjadi bencana banjir di Kabupaten Cilacap. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap membuat banjir di tiga desa, yang terdampak pada ribuan rumah dan ratusan warga mengungsi.
Banjir ini dipicu oleh tingginya debit aliran sungai Cikawung, Citanduy dan Cibaganjing. Di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, banjir cukup parah terjadi di Dusun Purwasari dan Dusun Margasari. Dimana di Dusun Purwasari terdapat 135 jiwa terdampak dan 32 rumah terendam dengan ketinggian 20-70 cm.
Dr. Hj. Novita Wijayanti, SE.,MM megucapkan terima kasih kepada pemerintah Desa Madura dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana ini. Ketika terjadi bencana seperti ini, semua masyarakat saling bahu-membahu, tolong-menolong, dari semua kalangan. Dari kalangan petugas BPBD, Basarnas, Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, Dinas Pekerjaan Umum, relawan, masyarakat, semua bergotong-royong mengatasi bencana.
Inilah cerminan dari 4 Pilar Kebangsaan yang secara langsung dapat kita lihat, yang diterapkan di kehidupan bermasyarakat. Dalam keadaan duka, tidak ada perbedaan suku, ras, agama saling bekerja sama memberikan bantuan, meringankan beban satu sama lain.
Pendidikan 4 Pilar Kebangsaan ini harus terus ditanamkan kepada anak-anak, sebagai generasi penerus. Dr. Hj. Novita Wijayanti, SE.,MM memberikan pesan kepada semua masyarakat yang hadir dalam sosialisasi ini, bahwa warisan dari nenek moyang kita untuk selalu bertoleransi, saling peduli, saling membantu harus terus diajarkan. Semakin modern jaman, anak-anak berada pada generasi Z (Gen Z) yang semakin canggih teknologi jangan sampai mengikis rasa kepeduliannya terhadap sesama.
Jaman boleh modern, teknologi boleh semakin canggih, dan kita pun harus dapat menyesuaikan dengan keadaan tersebut untuk dapat bersaing dalam dunia industri dan pekerjaan demi kemajuan hidup. Namun prinsip-prinsip ketimuran Bangsa Indonesia, yang berideologi pada Pancasila, harus tetap melekat pada jiwa setiap generasi.
Ini perlu ditanamkan sejak dini, baik dari sekolah formal, maun pun non formal dalam kehidupan sehari-hari. Kecanggihan teknologi yang ada harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan kehidupan. Seperti adanya bencana ini, bagaimana teknologi dikembangkan untuk dapat mencegah adanya bencana di kemudian hari.
Secanggih-canggihnya teknologi yang ada, peran manusia tetap penting di dalamnya.
Manusia yang mempunyai rasa, empati, saling manghargai, tetap dibutuhkan untuk mendukung kecanggihan teknologi dalam penanganan bencana seperti ini. Edukasi tetap penting dan harus dilakukan kepada masyarakat, baik generasi sekolah maupun orang tua untuk dapat bersatu bergotong-royong menghadapi keadaan darurat seperti bencana ini.
Dr. Hj. Novita Wijayanti, SE.,MM juga berpesan kepada masyarakat yang lebih mampu dalam ekonomi, jangan ragu untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Sebagian dari perhatian kita, baik itu berapa uang, barang, jasa, atau sekedar perhatian kepada mereka yang sedang berduka, sangatlah berarti dan memberikan dukungan semangat bagi mereka untuk dapat bangkit kembali.




