Panic Buying Bukan Solusi, Pahami Risikonya agar Bisa Dicegah

BIMATA.ID – Panic buying merupakan salah satu fenomena yang sering dijumpai dalam dunia investasi reksadana. Dalam kondisi ini, investor akan membeli aset tanpa berpikir matang karena alasan kepanikan.
Biasanya hal ini terjadi karena ada risiko atau potensi keuntungan yang menunggu di depan mata. Bisa juga karena ada perubahan harga yang kemudian membuat investor panik.
Penting bagi investor untuk memahami seperti apa sebenarnya risiko dari panic buying dan bagaimana cara mencegahnya.
Apa Itu Panic Buying dan Kapan Biasa Terjadi?
Dalam dunia investasi, panic buying merupakan perilaku investor membeli aset tanpa berpikir panjang. Biasanya pembelian dilakukan dalam waktu singkat dan berulang karena investor merasa panik.
Panic buying adalah tindakan yang didasari oleh adanya emosi. Tidak ada analisis sebelum pembelian dan investor hanya fokus meraup keuntungan sebesar mungkin tanpa pertimbangan risiko.
Biasanya panic buying terjadi saat ada nilai aset yang meningkat. Investor kemudian tertarik untuk mendapatkan keuntungan besar dari aset tersebut sehingga panik ingin membeli aset tanpa banyak berpikir.
Dampak Buruk Panic Buying
Perlu diketahui bahwa panic buying bukanlah suatu hal yang baik dan menguntungkan bagi investor. Bahkan kondisi ini bisa saja membawa kerugian dan membuat investor terpuruk.
Saat melakukan pembelian karena dasar panik tanpa analisis matang, maka investor berpotensi membeli aset dengan harga sangat tinggi. Kemudian aset tersebut bisa saja mengalami penurunan harga yang drastis.
Situasi ini membuat investor secara otomatis akan mengalami kerugian finansial. Modal pembeliannya cukup besar namun ternyata harga aset anjlok di tengah jalan.
Panic buying bisa membuat seorang investor terjebak dalam situasi finansial yang sulit. Jika tidak diatasi dengan langkah yang tepat maka kesulitan finansial tersebut bisa terus memburuk.
Tips Mencegah Panic Buying
Sebagai investor yang bijak, Anda sebaiknya menghindari panic buying. Hanya saja seringkali hal ini sulit untuk dilakukan apalagi jika investor masih belum matang secara emosional.
Berikut ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk mencegah panic buying dalam berinvestasi.
Gunakan Selalu Dana Dingin
Pastikan bahwa Anda selalu menggunakan dana dingin saat membeli aset. Investasi memang tidak seharusnya dilakukan memakai uang yang Anda gunakan untuk kehidupan sehari-hari apalagi uang hasil berhutang.
Pakailah dana dingin yaitu dana yang tidak digunakan dan bukan merupakan dana hasil utang. Ini akan jauh lebih aman dan membantu Anda mengontrol pembelian karena dana yang tersedia terbatas.
Hindari Noise Pasar
Noise pasar merupakan pergerakan harga dalam jangka pendek. Ini merupakan kondisi harga yang sangat fluktuatif dan naik turunnya tidak mencerminkan harga fundamental.
Tentunya hal seperti ini harus dihindari dalam investasi. Jika Anda fokus pada fluktuasi harga jangka pendek seperti ini maka bukan tidak mungkin akan terjadi panic buying saat harga rendah.
Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging
Lebih baik gunakan strategi dollar cost averaging dalam berinvestasi reksadana. Ini merupakan strategi dimana Anda akan melakukan pembelian secara konsisten atau rutin bak saat harga naik maupun turun.
Dollar cost averaging ini akan membantu mencegah Anda menjalankan panic buying karena pembelian dilakukan secara terjadwal. Anda juga akan lebih mudah mengendalikan keinginan untuk membeli aset hanya karena panik.
Lakukan Analisis sebelum Membeli
Investor harus bisa melakukan analisis terlebih dahulu sebelum membeli aset. Analisis di sini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa aset yang dibeli memang tepat, berpotensi menghasilkan keuntungan, dan sesuai dengan target keuangan Anda.
Jika Anda terbiasa melakukan analisis terlebih dahulu, pasti akan lebih mudah terhindar dari panic buying. Anda akan lebih berhati-hati dan melakukan pembelian aset setelah benar-benar yakin.
Bagi pemula, tentunya analisis ini mungkin akan lebih sulit untuk dilakukan. Mintalah bantuan dari ahli atau profesional agar nantinya analisis bisa dilakukan dengan baik dan efektif.
Fokus pada Tujuan Jangka Panjang
Biasanya panic buying terjadi karena investor tidak fokus pada tujuan jangka panjang. Hal ini membuat mereka mudah tergoda dengan penawaran sesaat sebuah aset.
Jika fokus pada tujuan jangka panjang maka Anda tidak akan mudah merasa panik dan bisa terhindar dari panic buying.
Investasi Reksadana dengan Aman tanpa Panic Buying bersama DBS Treasures
Pahami dulu apa tujuan finansial Anda dan pastikan untuk fokus pada tujuan tersebut. Kemudian pilihlah perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra agar investasi reksadana ini bisa lebih aman dan terapkan tips-tips tadi untuk mencegah panic buying.
Perbankan prioritas DBS Treasures menawarkan banyak kemudahan yang bisa dinikmati oleh investor. Anda dapat mengatur portofolio lebih aman di sini.
Dana investasi akan langsung dikelola Manajer Investasi profesional yang sudah berpengalaman untuk meminimalkan risiko.
Investasi reksadana bersama DBS Treasures juga lebih efektif karena tersedia fasilitas untuk mendapatkan wawasan agar bisa menjadi panduan dalam menyusun investasi.
Strategi diversifikasi nantinya akan jadi lebih mudah sehingga risiko investasi jadi minimal.
Ada juga aplikasi DBS digibank yang sudah disertai beragam fitur untuk mempermudah langkah dalam investasi.
Aplikasi ini bisa dipakai untuk registrasi SID (Single Investor Identification) dan bertransaksi jual beli maupun switching.
Anda juga akan didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML).
Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Investasi reksadana bersama perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra akan memberikan Anda beragam kemudahan.
Jangan ragu untuk memulai dan pilih langkah investasi yang tepat!
(***)




