BeritaHeadlineNasionalUmum

Tanpa Jeda! Intip Aksi Personel TNI Bersihkan Puskesmas hingga KUA di Pidie Jaya Aceh

Aceh – Pascabencana yang melanda beberapa wilayah di Aceh, semangat gotong royong justru makin membara. Pemerintah melalui personil TNI, relawan, hingga warga setempat terus bekerja tanpa henti di lapangan.

Segala upaya ini dilakukan untuk memulihkan fasilitas umum secepat mungkin agar kehidupan masyarakat kembali normal.

Dari laporan video yang diterima Badan Komunikasi Pemerintah RI, Selasa (6/1), di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Desa Kota Meureudu, puluhan prajurit TNI tampak masih berperang melawan sisa-sisa bencana.

Di Masjid Gampong, tumpukan lumpur yang masih mendekam di sudut-sudut bangunan disapu bersih. Meski hanya berbekal cangkul dan alat seadanya, tidak mematahkan semangat mereka demi memastikan warga bisa segera beribadah dengan nyaman kembali.

Di lokasi yang berbesa, pembersihan intensif juga dilakukan di Puskesmas Merah 2. Mengingat layanan kesehatan adalah prioritas utama, personil TNI bergerak cepat menyingkirkan material kayu dan lumpur yang menghambat akses.

Sementara itu, di kantor KUA lama, suasana mulai terlihat lebih lega. Lantai-lantai sudah mulai terlihat warna putignya setelah disemprot air, meski kursi-kursi kantor masih nangkring rapi di atas lemari demi keamanan.

Bergeser ke Kabupaten Aceh Timur, aksi heroik serupa terlihat di Polindes Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih. Di sini tantangannya cukup berat; lumpur sempat menumpuk hingga setinggi setengah ruangan kamar. Namun, tidak ada kata menyerah.

Menggunakan cangkul dan sekop, personil TNI bersama warga bahu-membahu mengeruk setiap jengkal kotoran. Perlahan tapi pasti, tumpukan lumpur itu hilang berkat kerja keras yang solid.

Langkah ini membuktikan bahwa koordinasi antara pemerintah dan masyarakat di lapangan berjalan sangat apik. Semua elemen bergerak satu komando untuk memastikan Aceh bangkit kembali. Tanpa jeda, tanpa lelah, fasilitas umum satu per satu mulai berfungsi, membawa harapan baru bagi para penyintas bencana.

Related Articles

Bimata