Sepakati Kerja Sama Maritim, RI-Inggris Garap Bersama Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan

BIMATA.ID, London – Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyepakati kerja sama di bidang maritim. Kerja sama itu berupa proyek pembangunan kapal tangkap ikan bagi nelayan Indonesia.

“Kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di London, Inggris, Rabu (21/1) waktu setempat.

Teddy menjelaskan proyek pembangunan kapal ini diprediksi bisa menyerap 600.000 tenaga kerja di dalam negeri. Rinciannya, 30.000 orang awak kapal, 400.000 orang pekerja produksi, dan 170.000 orang yang akan merasakan multiplier effect (efek pengganda) dari aktivitas ini.

BACA JUGA: Kunjungi Inggris, Prabowo Tegaskan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris Strategis dan Menguntungkan

“Yang menarik begini, kapal ini menurut Menteri Kelautan Perikanan akan memperkerjakan sekitar 600.000 orang. Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” ujar dia.

Ia menambahkan Inggris juga berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia sebesar 4 miliar Pound Sterling atau sekitar Rp90 triliun. ““Ada komitmen investasi sebesar 4 miliar Pound Sterling, itu sekitar Rp90 triliun,” katanya.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris sudah terjalin sejak Desember 1949 atau lebih dari tujuh dekade. Selama itu, hubungan dirawat dengan perjanjian hingga kepentingan strategis.

BACA JUGA: Prabowo dan PM Inggris Sepakat Dorong Kemitraan Maritim dan Pendidikan

Adapun Prabowo bertemu dengan PM Starmer pada Selasa (20/1) di kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street Nomor 10, London. Mereka membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia-Inggris, termasuk kerja sama ekonomi, pembangunan manusia, pertahanan dan politik luar negeri, ekonomi biru, serta transisi energi.

Exit mobile version