Perkuat Bidang Kedokteran dan STEM, Prabowo Ajak Inggris Bangun 10 Universitas Baru di RI

London – Dalam lawatannya ke Inggris, Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan puluhan profesor dari 24 universitas ternama Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Prabowo ingin memperkuat kerja sama pendidikan, khususnya untuk bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

“Bapak Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas top di Inggris Raya. Ada King’s College, Oxford, Imperial College, University of Edinburgh, dan 20 lainnya. Intinya, pertama ada kerja sama pendidikan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di London, Inggris, Rabu (21/1) waktu setempat.

Russell Group adalah asosiasi yang menaungi 24 universitas riset terkemuka Inggris, di antaranya University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London.

Teddy menyatakan, dari pertemuan itu, Presiden mengajak universitas-universitas top di Inggris bekerja sama membangun 10 universitas baru di Indonesia. Prabowo ingin lebih banyak masyarakat yang bisa berkuliah.

“Nanti beliau akan buat di Indonesia. Harapannya dengan profesor-profesor dari top university di Inggris akan bisa kerja sama,” ujar Teddy.

“Ada penambahan mahasiswa yang kuliah di sini, kemudian ada juga pembuatan kampus dari mereka di Indonesia,” tambahnya.

Prabowo pun berharap para profesor dari universitas di Inggris bisa mengajar di Indonesia. Teddy menuturkan beberapa universitas Inggris juga sudah memiliki kampus di Indonesia, salah satunya di Singosari, Malang, Jawa Timur.

“Kita sudah punya di Singosari. Kedua, nanti pertukaran dosen. Jadi ada profesor mereka yang akan mengajar di universitas kita,” katanya.

Selain itu, melalui kerja sama dengan universitas ternama dari Russell Group, Prabowo berharap peringkat universitas-universitas di Indonesia bisa naik di tingkat global. “Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” ucap Teddy.

Exit mobile version