
Banjar — Di tengah banjir setinggi sekitar 50 sentimeter, mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Jalsatul Ahbab tetap beroperasi. Mobil itu mengangkut bantuan berupa makanan bergizi bagi para warga terdampak banjir di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Banjir merendam sembilan kecamatan di Banjar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar mencatat, sebanyak 119 desa dan kelurahan masih terdampak banjir hingga Rabu (14/1).
Sebanyak 1.195 warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka terdampak banjir. Salah satu yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah kebutuhan pokok seperti makan.
Tanpa menunggu banjir reda, SPPG Jalsatul Ahbab langsung menyalurkan bantuan sebanyak 1.000 porsi makanan bergizi. SPPG yang baru beroperasi pada 8 Januari 2026 ini langsung menyalurkan makanan bergizi ke empat desa di Martapura Timur.
“Total penerima manfaat sebanyak 1.000 warga terdampak,” demikian keterangan pihak SPPG, Rabu (14/1).
Meski dalam keadaan banjir petugas SPPG tetap memacu mobil menerobos banjir untuk menyalurkan bantuan. Saat akses untuk menyalurkan makanan terbatas, para petugas tetap mencari cara agar bisa sampai ke warga terdampak.
Beberapa upaya yang dilakukan adalah dengan memakai pelampung agar makanan tetap aman. Ada juga yang menggunakan gerobak untuk mengoptimalkan penyaluran. Di salah satu desa, dua perempuan anggota PKK bahkan harus memakai perahu untuk menyalurkan makanan bergizi.
Adapun menu makanan untuk warga terdampak banjir adalah nasi putih, ayam bacem, tempe goreng, tumis sawi putih, wortel, dan buah lengkeng.
Tak hanya itu, SPPG juga membagikan menu kering berupa roti, telur rebus, susu, dan pisang ambon. Pembagian dilakukan selama dua hari, yakni pada Jumat (9/1) dan Sabtu (10/1).
Selain untuk warga terdampak banjir, SPPG ini juga masih menyalurkan makanan bergizi gratis (MBG) untuk sekolah, tepatnya ke Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary. Penyaluran ke sana juga sebanyak 1.000 porsi.




