Menkes: Aktifkan BPJS untuk Akses Layanan Gratis, Iurannya Lebih Murah dari Rokok

Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar rutin membayar iuran BPJS Kesehatan sehingga status kepesertaan tetap aktif.

Pasalnya, kepesertaan BPJS yang aktif akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan dan penanganan kesehatan gratis yang mulai dijalankan pemerintah tahun ini.

Budi menegaskan, iuran BPJS per bulan tergolong sangat terjangkau, namun memberikan manfaat layanan kesehatan yang besar. Bahkan, menurutnya, biaya tersebut lebih murah dibandingkan pengeluaran rutin untuk rokok.

“Saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat. Karena bayarnya hanya berapa puluh ribu rupiah sebulan. Harusnya lebih sedikit daripada uang rokok,” tutur Budi dalam konferensi pers Capaian dan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis, Jumat (23/1)

Budi menyampaikan hal tersebut seiring dengan perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini tidak hanya mencakup skrining kesehatan, tetapi juga layanan penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut pemeriksaan.

Dalam skema program tersebut, layanan penanganan diberikan secara gratis selama 15 hari pertama. Setelah itu, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan gratis apabila memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif.

Sebaliknya, jika tidak memiliki kepesertaan BPJS, masyarakat harus menanggung biaya pengobatan setelah melewati masa 15 hari pertama.

“Jadi harusnya masyarakat segera mengaktifkan BPJS-nya. Karena kalau dia adalah anggota BPJS yang aktif, maka penanganan akan gratis,” tambahnya.

Budi kemudian mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG untuk mencegah risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit serius. Pada 2026, Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan sebanyak 136 juta orang berpartisipasi dalam program tersebut, hampir dua kali lipat dibanding capaian tahun lalu yang mencapai 70 juta orang.

“Di tahun 2026 ini, kita tidak ingin cek kesehatan menjadi tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah seluruh masyarakat Indonesia sehat,” pungkas dia.

Exit mobile version