Operasi Keselamatan Jaya 2025 Selesai, Ini Hasilnya

BIMATA. ID Jakarta – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2025, Polda Metro Jaya mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas. Meski ada penindakan melalui tilang elektronik dan teguran langsung, polisi menegaskan bahwa fokus utama operasi ini adalah edukasi dan keselamatan bersama di jalan raya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menekankan bahwa operasi ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Operasi ini bukan hanya Penindakan, tapi bagaimana kita semua bisa lebih peduli terhadap keselamatan berkendara. Setiap pelanggaran yang tercatat adalah kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, ribuan pelanggaran tercatat selama operasi:
• Tilang ETLE Statis: 12.141 kasus
• Tilang ETLE Mobile: 16.860 kasus
• Tilang Manual: 71 kasus
• Teguran: 25.897 kasus

Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pengendara roda dua (R2), dengan rincian:
• Tidak pakai helm SNI: 10.174 kasus
• Melawan arus: 7.576 kasus
• Pelanggaran marka jalan: 1.594 kasus
• TNKB tidak sesuai ketentuan: 2 kasu

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat (R4), beberapa pelanggaran yang menonjol antara lain:
• Bus dengan klakson telolet: 21 kasus
• Kendaraan ODOL (Over Load Over Dimension): 60 kasus
• Menggunakan HP saat berkendara: 480 kasus
• Tidak pakai sabuk pengaman: 8.462 kasus
• Penggunaan rotator/sirine/strobo tanpa izin: 2 kasus

Selain penindakan, Polda Metro Jaya gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, antara lain:
• Edukasi melalui media cetak, elektronik, dan media sosial: 33.637 kali
• Pemasangan spanduk, leaflet, dan baliho di berbagai titik: 42.865 kali
• Sosialisasi langsung ke perusahaan otobus, asosiasi truk, dan komunitas: 44.326 kali
• Kegiatan safety riding/driving serta pemeriksaan kesehatan, alkohol, dan narkoba bagi pengemudi angkutan umum: 14.605 kali

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa langkah-langkah yang kami ambil adalah demi kebaikan bersama. Dengan pencegahan dan edukasi, kita bisa menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman,” tutup Kombes Pol Ade Ary.

 

(W2)

Exit mobile version