Bimata

Menyambut Hari Sumpah Pemuda, Dave Laksono Ajak Pemuda Memiliki Mental Baja

BIMATA.ID, Jakarta – Menyambut Hari Sumpah Pemuda yang akan tiba pada tanggal 28 Oktober mendatang, Dave Laksono memberikan nasihat kepada para generasi muda yang ingin terlibat dalam dunia politik. Menurutnya, untuk menjadi seorang anggota legislatif atau eksekutif, pemuda harus memiliki mental yang kuat.

Hal ini disampaikan Dave Laksono saat menjadi narasumber dalam Program ‘Ngobrolin DPR’ yang disiarkan langsung di akun Instagram @DPRRI pada beberapa waktu lalu.

“Ketika kita berada di DPR, tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengatasi stigma negatif, karena meskipun kita telah melakukan seribu kebaikan, satu kesalahan saja atas nama institusi bisa menghancurkan semuanya,” kata Dave, dikutip dari website resmi DPR RI, Selasa (3/10).

Baca Juga : Survei LSI Denny JA, Elektabilitas Prabowo Kokoh Pepet 40% Lampaui

Dave juga menyoroti pesatnya perkembangan penyiaran informasi saat ini, yang membuat hal-hal seperti ini sering terjadi. Oleh karena itu, yang paling penting adalah menjaga martabat dan hati nurani kita agar tetap bekerja secara optimal,” tambah Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Sebagai seorang legislator muda di DPR, Dave mendorong pemuda dan pemudi untuk terlibat dalam politik dengan mulai memahami dunia politik di Indonesia. Menurutnya, politik dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk bersama-sama membangun negara.

“Kita harus mempertimbangkan bagaimana kehadiran kita dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita dan bagaimana kita dapat memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa kita,” ujar Dave.

Simak Juga : Prabowo Terima BPP HIPMI: Pengusaha Bawa Kemakmuran untuk Negara

Selama perbincangan tersebut, moderator Esther membacakan pertanyaan dari netizen terkait cara pemuda menghadapi cyberbullying di era informasi yang terbuka. Mendengar pertanyaan itu, Dave menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 45 sebagai pedoman.

“Kita harus mengingat bahwa dalam Sumpah Pemuda, kita menyatakan persatuan tanpa memandang perbedaan. Kita adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Ini harus menjadi pedoman kita. Pancasila dan NKRI adalah landasan kita,” jawab Dave.

Dave juga mengajak generasi muda untuk memperkuat persatuan, terutama di tengah meningkatnya kasus perundungan atau bullying di Indonesia.

“Dengan semangat Pancasila, cinta pada NKRI, dan berdasarkan UUD 45, kita harus berusaha menghentikan segala bentuk tindakan yang bisa memecah belah bangsa kita,” tutupnya.

Exit mobile version